Palu Dilanda 94 Kali Kebakaran

PALU-Kota Palu selama periode Januari hingga 10 Oktober 2015 telah dilanda 94 kali kebakaran dengan kerugian material mencapai sekitar Rp13 miliar.

Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Palu Kasrun Tori mengemukakan, musibah kebakaran tersebut menurun signifikan dibanding 2014 yang mencapai 173 kasus dan 2013 sebanyak 218 kasus.

Namun, nilai kerugian material yang terjadi pada 2014 hanya sekitar Rp10 miliar, menurun drastis bila dibanding 2013 yang mencapai sekitar Rp50 miliar.

Ketika ditanya soal korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, Kasrun mengaku pihaknya tidak melakukan pendataan.

Mengenai penyebab kebakaran, Tori dengan tegas mengemukakan bahwa kualitas instalasi listrik di permukiman yang buruk merupakan penyebab utama kebakaran selama ini.

Dari 94 kasus kebakaran selama 2015, katanya, sebanyak 50 kasus disebabkan hubungan pendek arus listrik.

Hubungan pendek arus listrik ini tidak hanya terjadi pada permukiman penduduk tetapi juga pada gardu listrik.

Selain itu, pembakaran sampah yang tidak disertai dengan kontrol yang baik juga mengakibatkan kebakaran pada bangunan gedung.

“Ada tujuh kasus kebakaran yang disebabkan pembakaran sampah, 20 kasus karena embakaran rumut, tiga kasus disebabkan arus pendek listrik pada mobil, serta tiga kasus kebakaran lainnya disebabkan ledakan kompor minyak tanah,” katanya, Selasa (13/10/2015).

Ia mengatakan untuk mencegah terjadinya kebakaran pada hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan dan hiburan, setiap bangunan wajib memiliki Alat Pemadam Api Ringan (Apar), alaram, hidrant gedung dan taman.

Pemkot Palu, katanya, akan menerbitkan regulasi pencegahan kebakaran pada bangunan gedung yang mengatur bahwa masyarakat yang mengurus IMB harus melengkapi bangunannya dengan standar pencegahan kebakaran pada bangunan yang dimohonkan. ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: