Debat Pertama, Paslon Diuji Soal Ekonomi Kesejahteraan

Palu, Metrosulawesi.com – Pada Kamis (15/10/2015) bertempat di Hotel Mercure Palu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu akan melaksanakan debat terbuka pertama pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palu. Selain memaparkan visi dan misi, pada debat pertama ini, pasangan calon (paslon) juga akan diuji pemahamannya soal ekonomi kesejahteraan.

“Debat terbuka pertama akan dilaksanakan oleh KPU Palu pada Kamis 15 Oktober 2015 bertempat di Hotel Mercure Palu dengan tema ekonomi kesejahteraan. Kami akan mulai pada Pukul 19.30 sampai dengan selesai. Tiap pasangan calon akan diberikan waktu memaparkan visi misi dan program terkait dengan tema debat yaitu ekonomi kesejahteraan, dan kemudian ada pertanyaan dari moderator,” jelas Komisioner Divisi Teknis KPU Palu, Zatriawati.

“Di segmen empat pada debat itu mereka akan saling bertanya. Teknis saling bertanya ini akan ditentukan oleh tim pakar. Jadi ini merupakan debat terbuka antar pasangan calon disaksikan oleh tim pendukung termasuk unsur-unsur masyarakat,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa dalam debat pertama ini, para paslon hanya diperbolehkan membawa 20 orang pendukungnya.

“Tiap paslon hanya dibolehkan membawa 20 orang pendukung. Debat ini juga akan dihadiri pejabat pemda, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur perguruan tinggi, tokoh perempuan, dan ada juga kawan-kawan penyandang disabelitas,” jelasnya.

Zatriawati mengimbau agar pendukung paslon taat terhadap aturan saat pelaksanaan debat terbuka.

“Kami sudah menghimbau pada masing-masing tim kampanye paslonuntuk mengutus pendukung yang hadir dalam debat kandidat yang betul-betul bisa tertib dalam proses debat tersebut. Karena jika kemudian dia ribut dalam proses debat tersebut, maka panitia akan mengeluarkannya dari ruangan. Kami berharap waktu yang disediakan selama satu setengah jam benar-benar dimaksimalkan dengan baik. Tepuk angan boleh, tapi jangan membuat kacau suasana ruangan,” ungkapnya.

“Terkait siapa-siapa pendukung paslon yang hadir, kami akan berkoordinasi dengan tim paslon. Jadi ketertiban harus dijaga, karena jika tidak tertib maka itu bisa saja mengurangi durasi waktu yang kami siapkan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa juknis dan susunan acara debat terbuka pertama telah diberikan pada tiap paslon. Mudah-mudahan itu bisa menjadi acuan paslon untuk mempersiapkan diri pada debat nanti.

“Ada usulan penambahan waktu debat dari salah satu paslon. Tapi hal itu tidak dapat kami kabulkan karena keterbatasan anggaran yang ada pada kami. Sehingga kami tetap pada durasi yang ada. Itupun sudah mendapat kelonggaran dari pihak televisi,” katanya.

KPU Kota Palu akan melaksanakan tiga kali debat terbuka. Debat pertama dilaksanakan pada 15 Oktober, debat kedua 10 November dan debat ketiga pada 30 November 2015. Moderator pada debat pertama dipercayakan kepada DR. Maulied Moelyono, SE, M.Si.

“Dalam menentukan moderator kami tidak sembarangan. Kami diskusi dengan tim pakar tentang kelayakan moderator yang akan kami pakai dalam debat terbuka tersebut. Kamudian mereka juga membuat surat pernyataan diatas materai terkait dengan proses ini,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: