Pemenuhan Hak Anak, BPPKB Parmot Bentuk Gugus Tugas

PARMOUT-Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Parmout, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pembentukan gugus tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Parmout tahun 2015. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lantai dua kantor Bupati, Senin (12/10).

Ketua panitia Damai mengatakan, kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pembentukan gugus tugas KLA yang dilaksanakan pihaknya, sebagai langkah menindaklanjuti peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 4 tahun 2011, tentang petunjuk pelaksanaan kebijakan partisipasi anak dalam pembangunan, dan No. 11 tahun 2011 tentang tentang pengembangan kabupaten/kota layak anak.

Menurut dia, membentuk gugus tugas KLA dan membangun inisiatif Pemkab dalam upaya trasformasi konsep hak anak kedalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak tersebut di Kabupaten Parmout.

“Hal ini juga sebagai langkah untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Parmout, terdepan dan berdaya saing di tahun 2020 di Provinsi Sulteng,” ungkapnya.

Nantinya tambah dia, gugus tugas KLA ini akan melakukan perumusan dan menyusun pokok-pokok kebijakan Kabupaten Parmout, sebagai KLA secara terencana, menyeluruh, dan berkenajutan guna memenuhi hak anak.

Selanjutnya, akan dijabarkan rencana aksi daerah KLA sebagai dokumen perencana yang memuat program dan kegiatan, terintegritas serta terukur dalam jangka waktu tertentu sebagai instrumen dalam mewujudkan KLA di Parmout.

“Kami berupaya kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi dan pembentukan gugus tugas saja nantinya. Kedepan akan kami tindaklanjuti, sehingga setiap SKPD memiliki program atau kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak itu,” tegasnya.

Dia berharap, seluruh peserta sosialisasi yang merupakan anggota gugus tugas KLA, dapat mengetahui serta memahami tugas dan tangungjawab melalui tugas poko dan fungsinya masing-masing dalam pemenuhan hak anak.

Disamping itu lanjut Damai, anggota gugus tugas juga dapat mengkoordinasikan program kegiatan yang berpihak pada anak, dalam upaya mewujudkan KLA, dan membuat Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), yakni menetapkan empat kecamatan model sebagai KLA tahun 2016 mendatang.

“Kami harapkan langkah yang kami lakukan ini, dapat tersahuti dengan dukungan dari penganggaran,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut, dihadiri SKP terkait, kurang lebih delapan pemerintah kecamatan, ketua TP-PKK kecamatan, organisasi perempuan, tokoh pemuda, masyarakat, agama, LSM, dan pelajara dari SMA serta SLTP. Juga dihadiri sejumlah pemateri, salah satunya ketua Ombudsmen Sulteng, Sofyan Farid Lembah.

Sayangnya, kegiatan sebagai upaya pemenuhan hak anak di Kabupaten Parmout tidak ikut dihadiri Ketua Bapedda Parmout dan anggota DPRD Parmout, khususnya komisi IV.(SULTENG POS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: