Fasilitas Publik Paling Dikeluhkan Warga Palu

Palu – Fasilitas pelayanan publik seperti jalan raya, sarana pendidikan, kantor kelurahan dan sarana air bersih masih menjadi keluhan dominan masyarakat Kota Palu.

Keluhan warga tersebut dikemukakan kepada anggota DPRD Kota Palu yang melakukan kunjungan reses ke daerah pemilihan masing-masing.

“Banyak permintaan masyarakat yang mereka sampaikan terutama soal jalan sampai masalah air bersih,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Palu Basmin Karim di Palu, Sabtu (10/10/2015).

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan jalan yang dikeluhkan umumnya jalan yang belum diaspal sehingga warga meminta jalan tersebut ditingkatkan kapasitasnya.

Basmin yang melakukan reses di Kecamatan Mantikulore dan Palu Timur mengatakan terkait kantor pelayanan di kelurahan, masih ada kelurahan yang meminta dibangunkan gedung karena gedung yang ada saat ini tidak repsentatif untuk dijadikan pusat pelayanan di kelurahan.

“Kantor Kelurahan Tanahmodidi itu bangunan lama. Mereka sudah punya lokasi tinggal minta dibangunkan gedung,” katanya seperti dikutip Antaranews.

Sementara terkait sarana pendidikan, masih ada sekolah di Mantikulore yang belum ada pagarnya sehingga tidak menjamin keamanan peserta didik di sekolah dasar itu.

Demikian halnya terhadap instalasi air bersih, masih ada Kelurahan yang mengeluh karena mereka tidak mendapat akses sementara sumber air berasal dari daerah mereka.

“Masyarakat di Poboya meminta supaya jaringan air bersih dibangun juga di kelurahan mereka karena sumber air PDAM kita itu diambil dari sana, tapi justru mereka kesulitan air bersih,” katanya. (zal)

Berdalih Anggaran Terbatas

Ketua DPRD Kota Palu Ikbal Andi Magga mengakui masih terbatasnya anggaran untuk mendukung fasilitas publik.

Ia mencontohkan, untuk mendukung pembangunan infrastruktur air bersih setiap tahun hanya berkisar Rp1 miliar.

Karena itulah kata Ikbal, dana hibah dari pemerintah pusat untuk mendukung infrastruktur kebutuhan dasar warga kota seperti air bersih sangat dibutuhkan.

Wakil Ketua DPRD Kota Palu Basmin Karim mengatakan keluhan warga tersebut akan diperjuangkan berdasarkan kemampuan keuangan APBD karena alokasi anggaran pembangunan setiap tahunnya masih terbatas.

“Tapi tetap kita usahakan agar aspirasi masyarakat ini bisa diakomodasi dan itu kita perjuangkan,” katanya. (ant/zal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: