2.63 Hektar Sawah di Donggala Terancam Gagal Panen

DONGGALA-Sebanyak 2.63 hektar lahan persawahan milik warga di Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala mengalami kekeringan yang luar biasa pada musim kemarau tahun ini.

Hal ini mengakibatkan, banyak petani sawah tidak bisa melakukan penanaman padi kembali sedangkan yang sudah ditanam terancam gagal panen.

Dari target tanam padi di Kabupaten Donggala antara April sampai September 2015 ini semestinya 11.08 hektar, namun adanya kekeringan sangat sulit untuk mencapai target itu.

Kepala Seksi Program Distanak Keswan Donggala, Ishak Nazaruddin, membenarkan, kekeringan terparah terjadi di Kecamatan Sojol sebanyak 1.491 hektar.

“Kemudian menyusul Kecamatan Sojol Utara 726 hektar. Kekeringan di dua kecamatan ini semakin mengkwatirkan bila kemarau masih terus terjadi beberapa bulan ke depan. Pasalnya, dua kecamatan tersebut merupakan lumbung beras Kabupaten Donggala terbesar dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya.

Selain dua Kecamatan tersebut, kekeringan juga melanda areal pertanian padi di Kecamatan Dampelas, namun tidak begitu parah. “Yaitu hanya 406 hektar, disusul Kecamatan Balaesang Tanjung ada 60 hektar sawah yang terkena dampak kekeringan,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, di Kecamatan Sojol, ada sekitar 30 hektar sawah mengalami puso. “Artinya sama sekali kering, tak bisa tumbuh dan menghasilkan buah sebelum waktunya. Di Dampelas seluas 37 hektare dan 1 hektare di Sojol Utara,” papar Nazaruddin.

Di mengakui, jika dibandingkan tahun sebelumnya Kabupaten Donggala mengalami peningkatan produksi beras. Namun pada tahun 2015 ini dipastikan menurun produksinya, begitu pula luas panen. Penurunan mencapai 5,59 persen, sebagai perbandingan pada tahun 2014 lalu luas panen sebanyak 23.833 hektar, namun estimasi pada tahun 2015 luas panen padi hanya 22.500 hektare.(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: