Pemda Diminta Pro Aktif Tangani Kebakaran Hutan

POSO-Kebakaran hutan yang terjadi sebulan terakhir di wilayah Pamona Utara dan Pamona Puselemba sudah lenyap oleh hujan sehari yang turun deras, Kamis (8/10) malam. Namun, sisa kebakaran menimbulkan dampak kerusakan hutan dan kerugian akibat banyaknya kebun yang rusak. Lambannya antisipasi kebakaran ini disesalkan oleh sejumlah warga.

Seperti yang dituturkan Wandalino, warga Sangira yang ditemui media ini, kemarin. Menurutnya kebakaran hutan bukan hanya akibat kemarau panjang tetapi juga rendahnya kesadaran warga menjaga lingkungan. Selain itu dia juga menilai pemerintah daerah lambang menangani kebakaran itu.

“Jangan dilihat karena tidak ada rumah atau korban jiwa, kebakaran hutan ini bisa berdampak panjang untuk kelanjutan pertanian kita, khususnya ketersediaan air dimasa depan,” katanya.

Dia memperkirakan luas lahan hutan yang terbakar mencapai ratusan hektar termasuk kebun kakao milik warga.

Wandalino mengusulkan agar pemerintah menyiapkan mobil pemadam kebakaran dan membangun jalan produksi di sekitar hutan agar mudah mengatasi bila terjadi kebakaran. Selain itu menurutnya, bila ada jalan kantong produksi, masyarakat bisa mengakses kebun dengan lebih mudah lagi.

“Semoga pemerintah yang baru nanti mau peduli dengan kondisi hutan kita ini, karena dampaknya ini pasti panjang sekali, kita kehilangan banyak pohon, lihat saja air sungai sekarang sudah semakin sedikit,”katanya memberi contoh debit sungai di Sangira yang makin mengecil.(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: