BLH Buol Uji Sampel Udara di Makassar

Buol – Petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Buol, telah melakukan pengambilan sample udara untuk dilakukan pengujian laboratorium di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait keberadaan kabut asap di daerah itu. Demikian diungkapkan Kepala Kantor BLH Buol, H Gusti Aliu, kepada Metrosulawesi usai menghadiri penyambutan jemaah haji di anjungan lapangan Leok I, Sabtu (3/10/2015).

“Petugas kami sudah lakukan pengecekan udara dan mengambil sampelnya selanjut di bawah ke Makassar untuk dikaji karena di Buol tidak memiliki Lab jadi kita bawah ke sana,” ungkap Gusti.

Diakuinya, pengambilan sampel udara untuk mengetahui pencemaran udara disebabkan keberadaan kabut asap dampak kebakaran. Baik yang terjadi di kabupaten itu maupun asap kiriman sedikit terlambat karena kendala anggaran.

Dirinya juga belum dapat memastikan kapan hasil uji Lab akan diketahui, sebab petugas BLH yang membawah sampel ke Makassar tengah mengikuti kegiatan kedinasan.

“Kita belum tahu kapan tapi begitu hasil uji Lab udara sudah berada di sini (Buol), kita akan informasikan secepatnya. Bagaimana hasilnya nanti diketahui nanti hasil dari uji Lab ini,” tambahnya.

Sementara, Kabid Damkar dan Pekuburan Distarum Buol, Padly Pandjimung mengatakan, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mulai mencemari kualitas udara.

“Saya juga bukan ahli dibidang ini, tetapi kalau melihat kondisi cuaca utamanya matahari yang kelihatan suram itu karena terhalang kabut asap, jelas kalau dari segi kesehatan sudah ada pencemaran udara,” kata Padly, di kantornya, Kamis (1/10/2015).

Menurut Padly, berdasarkan pengamatannya keberadaan kabut asap akhir-akhir ini diakuinya mulai terasa mengganggu utamanya pada saat berada diluar rumah. Hal itu disebabkan dari peristiwa kebakaran, baik yang terjadi di Kabupaten Buol maupun asap kiriman yang berasal dari Kalimantan dan Sumatera.

Sebagaimana di ketahui, berdasarkan data Bidang Damkar dan Pekuburan Distarum tercatat sebanyak 12 titik kebakaran puluhan hektar lahan dan kebun warga terjadi kurun dua bulan tersebar di enam kecamatan. Ratusan tanaman seperti, cengkeh, pala, coklat, kelapa, kopi dan tanaman lainya ludes terbakar. kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Peristiwa serupa kembali landa kecamatan Bokat desa Langudon pada Minggu (13/9/2015).

Menurut Camat Bokat Martini Lamaka, sebanyak 100 pohon coklat dan seratusan lebih tanaman kopi milik petani turut terbakar.

Informasi terakhir dari Kabid Damkar Padly Padjimbung, peristiwa kebakaran hutan kembali terjadi di Kecamatan Momunu, Desa Taluan pada Kamis petang dan pada Sabtu siang di Kecamatan Karamat, Desa Busak I, juga terjadi peristiwa serupa.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: