Lokakarya Pemetaan Kawasan Kumuh

PALU-Pemerintah Kota Palu menggelar lokakarya persiapan pemetaan detail kawasan kumuh dalam kerangka kota berketahanan iklim dan bencana, di gedung LPMP, Senin (5/10/2015). Lokakarya diikuti instansi terkait, masyarakat dan perwakilan Bank Dunia.

Menurut Kasubag Pembangunan Setda Kota Palu Ibnu Mundzir, lokakarya ini bertujuan mengidentifikasi poin-poin yang mengarah pada pendekatan pemetaan wilayah kumuh perkotaan, dengan menggunakan pemetaan yang interaktif.

Lebih lanjut Birokrat Muda Kota Palu ini juga mengatakan, saat ini ada 13 kawasan yang tersebar di 15 kelurahan di Kota Palu yang masuk dalam pemetaan kawasan kumuh perkotaan.

“Dari data yang didapat dilapangan itu ada 13 kawasan yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Palu, tapi data ini akan kita kembangkan lagi, agar kawasan yang tidak terdata bisa kita masukan untuk pengembangan selanjutnya,” kata Ibnu, saat ditemui Sulteng Post usai mengikuti lokarkarya tersebut.

Ibnu menjelaskan, ada beberapa kriteria kawasan kumuh, diantaranya tidak tersedianya tempat pembuangan sampah, drainase yang tidak berfungsi, kurangnya pelayanan air bersih, kondisi jalan dan bangunan, padatnya penduduk.

“Yang bisa dianggap wilayah kumuh ada kriteria khususnya, kita bisa lihat dari kondisi bangunan, pelayanan air bersihnya, juga kondisi jalan yang ada diwilayah itu dan masih banyak lagi,” katanya.

Apalagi kata Ibnu, Kota Palu masuk dalam kawasan rawan bencana seperti banjir, kebakaran dan gempa serta tsunami. Karenanya, dibutuhkan penataan pemukiman yang layak huni.

Ibnu mengatakan, Pemerintah Kota Palu sangat konsern dengan permasalahan perkotaan, khususnya pemukiman layak huni, dengan tujuan Kota Palu terbebas dari daerah kumuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: