Kinerja TAPD Donggala Loyo

DONGGALA-Ketua DPRD Donggala, Moh Yasin, menyoroti lemahnya kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyusun, merencanakan kegiatan dan program kerja skala prioritas.

Menurutnya, masih banyak keteledoran yang dilakukan oleh TAPD dalam menyusun anggaran pada setiap pembahasan APBD dan APBD Perubahan Donggala tahun 2015.

“Dari tahun ketahun, kinerja TAPD dalam merencanakan dan menyusun anggaran untuk segala kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah masih sangat lemah. Sehingga hal ini menjadi perhatian kami di DPRD,” kata Yasin, disela-sela pembahasan APBD Perubahan, pekan lalu.

Politis Gerindra itu juga mengkritisi TAPD yang selalu lambat dalam memasukan dokumen setiap kegiatan dan besaran anggaranya untuk dibahas pada tingkat Banggar. Hal ini menurut dia berdampak tidak maksimalnya DPRD mengoreksi setiap kegiatan yang diusulkan.
“Banggar selalu dihadapakan dengan waktu yang mepet, karena TAPD selalu lambat memasukan dokumen usulan kegiatan yang dianggarkan. Padahal sudah jauh-jauh hari DPRD sudah sampaikan kepada TAPD. Saya meminta hal ini tidak terulang lagi ditahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Senada dengan itu, anggota DPRD dari partai NasDem, Sahlan L Tandamusu bersuara keras menyoroti kinerja TAPD yang dinilainya tidak memiliki niat baik dalam membangun Kabupaten Donggala.

“Dengan waktu yang begitu singkat, hanya tiga hari untuk membahas APBD perubahan ini, DPRD sudah bekerja ekstra menguras tenaga dan pikiran, walaupun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Padahal waktu yang diberikan kepada SKPD untuk menyusun setiap kegiatan begitu banyak,” ujarnya.
Dia menilai ada indikasi lain, sehingga TAPD selalu lambat memasukan dokumen APBD maupun APBD perubahan untuk dibahas di Badan Anggaran.

“Siapapun akan curiga. Jujur saja selaku anggota DPRD saya malu, karena banyak sekali dinas yang tidak mendapatkan anggaran. Ini akibat dari keterlambatan TAPD memasukan dokumen kegiatan dan anggaran,” kritiknya.

Sahlan mengusulkan, agar pembahasan anggaran pada tahun-tahun berikutnya, dokumen APBD maupun APBD perubahan, sebaiknya dibahas lebih dulu ditingkat komisi agar kerja Banggar tidak terlalu berat seperti saat ini.

“Kami minta kepada SKPD dan TAPD jangan terulang lagi seperti ini. DPRD juga malu manakala hal ini tidak terselesaikan dengan baik,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: