Memperluas Akses Pasar Industri UKM di Sulteng

PT TELEKOMUNIKASI Indonesia bekerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah, meluncurkan program baru yaitu kampung UKM (Usaha Kecil Menengah) di Kota Palu, Jumat (2/10/2015).

Peluncuran Kampung UKM digital di pusatkan di lokasi perajin tenun kain dan sarung Donggala serta Batik Bomba di Palu itu dilakukan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulteng, Abubakar Almahdali.

Pemprov Sulteng, kata Abubakar menyambut positif dan berharap dengan adanya kampung UKM digital dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha mikro di daerah ini.

“Saya tadi pagi telah melaporkan kegiatan ini kepada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dan beliau memberikan apresiasi dan penghargaan kepada PT Telkom Palu yang telah menyediakan akses pasar bagi UKM,” kata Abubakar.

Salah satu dari beberapa kendala UKM dalam meningkatkan usahanya adalah pemasaran produk-produk yang dihasilkan. Selama ini, kata dia, UKM dalam memasarkan berbagai produk industri yang dikembangkan karena keterbatasan akses pasar.

Konsumen banyak, tetapi untuk memasarkannya hanya dengan cara-cara tradisional sehingga produk usaha yang dilahirkan para UKM tidak banyak diketahui pasar.

Namun dengan adanya kampung UKM digital yang diprogramkan PT Telkom paling tidak, para pelaku UKM di Palu dan sekitarnya dapat memanfaatkan akses pasar internet dengan baik.

Bisnis daring sangat pesat perkembangannya di seluruh Tanah Air, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah.

GM PT Telkom Witel Sulawesi Marnoto mengatakan program tersebut merupakan salah satu media pasar yang sangat potensial bagi pengembangan dan peningkatan usaha dari masyarakat, terutama para pelaku usaha mikro di daerah ini.

Ia mengatakan program kampung UKM digital diharapkan sebagai salah satu solusi dalam menjawab kendala dan hambatan yang dihadapi para pelaku usaha mikro di Sulteng.

Telkom, kata Marnoto, juga selama ini ikut memikirkan bagaimana bisa membantu pemerintah provinsi Sulteng bagaimana meningkatkan kegiatan dan pendapatan UKM.

“Dan syukur hari ini salah satu bentuk kepedulian dan perhatian serius dari PT Telkom kepada masyarakat dengan menyediakan akses pasar online melalui kampung UKM digital,” katanya.

Sementara itu, perajin tenun kain dan sarung Donggala di Palu, menyambut gembira peluncuran Kampung Usaha Kecil Menengah Digital oleh PT Telekomunikasi Indonesia Wilayah Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Kota Palu.

“Kami gembira sekaligus memberikan penghargaan kepada PT Telkom yang menggagas program strategis itu,” kata Ketua Asosiasi Tenun Donggala Sulteng Suaib Djafar di sela-sela peluncuran Kampung UKM Digital di Palu, Jumat.

Suaib menjelaskan saat ini ada 381 perajin tenun Donggala di Kabupaten Sigi, Donggala, dan Kota Palu. Produk tenun Donggala sekarang semakin dikenal dan diminati konsumen dalam maupun luar wilayah Sulteng.

Namun agar semakin luas dikenal dan laris dijual,tentu harus dukung pula akses pasar yang memadai. Karena itu, adanya program kampung UKM digital akan sangat menguntungkan bagi pemasaran produk-produk, termsuk yang dihasilkan para perajin tenun Donggala.

“Kami menyambut baik program ini karena sudah lama dinantikan para pelaku UKM di Sulteng,” kata mantan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Sulteng itu. (ant/zal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: