Sidang Kode Etik Jelantik Dibatalkan

PARIGI-Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) anggota Polres Parmout yang bernama Briptu I Ketut Jelantik yang rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, (2/10) dibatalkan. Pembatalan sidang kode etik tersebut, dikarenakan kesehatannya sedang terganggu alias sakit.

Wakapolres Parmout Kompol Aries mengatakan, sidang kode etik terhadap Briptu terduga I Ketut Jelantik merupakan sidang perdana, setelah menerima putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Parigi, dengan putusan hukuman 12 tahun penjara di Rumah Tahanan (Rutan) Olaya.
Dalam jadwal persidangan kode etik yang rencana akan dipimpinnya langsung, pihak tim kesehatan dari Rutan Olaya Parigi melaporkan kepada pihak Polres Parmout, tentang pembatalan sidang kode etik terhadap Jelantik karena, alasan sakit.

“Sidang kode etik dibatalkan hari ini karena, si Jelantiknya tiba-tiba saja dilaporkan sakit,” kata dia saat dikonfirmasi.
Dia mengaku, sidang perdana terduga pembunuh yang diketahui bernama Jelantik, tiga hari sebelumnnya sudah dilakukan pemanggilan sejumlah saksi, termasuk beberapa orang keluarga korban. Sehingga, pada jadwal persidangan yang telah dijadwalkan ini, semua saksi termasuk pendamping hukum terhadap terduga juga sudah nampak hadir.

“Pada hal saksi-saksi sudah pada datang semua. Termasuk pendamping hukum Jelantik yang diketahui dari Polda Sulteng tapi tiba-tiba batal,” ujarnya

Pihaknya kata dia, belum mengatahui pasti kapan lagi akan dijadwalkan sidang perdananya karena, terduga diketahui sakit. Sehingga, pihak Polres Parmout tetap menunggu kembali surat resmi dari Rutan Olaya, apakah terduga sudah siap mengikuti sidang kode etik atau belum.

“Saya belum tau kapan ada sidang kode etik berikutnya, yang pastinya kami tetap menunggu surat resmi dari Rutan Olaya,”terangnya.

Sementara itu, Sarullah ayah kandung korban Noval merasa kecewa dengan dibatalakannya jadwal persidangan kode etik tersebut. Sebab, dia bersama keluarganya tidak sabar lagi ingin mengetahui putusan akhir dari kepolisian, terhadap oknum anggota polisi yang terlibat melakukan pembunuhan.

Dia berharap, putusan dalam sidang kode etik nantinya tidak akan melukai hati keluarga korban.“Saya sangat berharap sebagai orang tuan Noval (Korban), si Jelantik bisa dipecat dari anggota Polres Parmout. Karena, prilakuknya tidak mencerminkan sebagai penegak hukum, malah mencerminkan sebagai preman,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar 2014 silam terjadi pembunuhan yang korbannya diketahui bernama Noval di Dusun Sukasada Desa Balinggi Kecamatan Balinggi. Tewasnya korban Noval diketahui dilakukan oleh oknum anggota Polres Parmout bernama Britpu. I Ketut Jelantik yang dibantu rekannya bernama I Gede Kartamaya. Karena, dipengarui minuman keras (Miras) keduanya menghabis nyawa Noval dengan menggunakan sebilah samurai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: