BNNK Rehab 318 Pengguna Narkoba

PALU-Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Palu merehab 318 pengguna narkoba. Hal ini terungkap pada Focus Group Discussion (FGD) BNNK Palu di salah satu restoran di Kota Palu, Rabu (30/9/2015).

Kegiatan dalam rangka pemetaan penyalahgunaan narkoba tersebut, diikuti 20 peserta yang telah menjalani rehabilitasi, dengan menghadirkan pemateri Kepala BNNK Palu AKBP Sahidi, perwakilan Dinsosnaker Kota Palu Jafar SE, Kasat Narkoba Polres Palu Syafril Sitohang, Psikolog RSU Anutaputa Novianti, pihak Puskesmas Kamonji/Dinkes Kota Palu Dr Nirma dan Praktisi Pendidikan di Poltekes Masudin Rajamoulu.

Kepala BNNK Palu AKBP Sahidi mengatakan, saat ini BNNP telah merehab 657 orang, sementara Kota Palu merehab kurang lebih 318 orang.

“Selain upaya pencegahan dan pemberantasan, BNNK juga memfokuskan pada upaya rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Kalau tidak ada upaya Rehabilitas maka sangat mustahil menekan angka penyalahguna narkoba. Karena mencoba narkoba pasti akan kecanduan dan terus mencari barang haram itu,” kata Sahidi.

Kasat Narkoba Polres Palu Syahril Sitohang mengatakan, saat ini pihaknya juga menangani 36 kasus barang haram tersebut.

“Dari 36 kasus yang kita tangani, diantaranya 34 kasus sabu-sabu dan dua kasus THD,” katanya.

Sementara itu, Dr Nirma menjelaskan kepada peserta tentang efek dari penggunaan narkoba yang berlebihan yang akan mengakibatkan ketergantungan bagi penggunanya.

“Banyak dampak buruk yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba. Selain merusak diri sendiri (narkoba merusasak sistem saraf) penyalahguna juga dapat melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, merampok dan membunuh. Mereka (penyalahguna) sudah kehilangan akal sehat sehingga menghalalkan segala cara untuk memperoleh narkoba,” katanya.

Pada sesi tanya jawab, seorang peserta melontarkan pertanyaan soal pengguna yang tertangkap, namun tidak ditemukan barang bukti.

Menjawab pertanyaan tersebut, AKBP Sahidi mengatakan sepanjang ia sebagai pengguna maka BNN akan melakukan rehabilitasi. Namun apabila ditemukan barang bukti, maka itu ranahnya pihak kepolisian.

“Jika ada keluarga atau teman diketahui pecandu atau pengguna diharapkan untuk dibawa ke BNNK untuk segera direhabilitasi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: