Masyarakat Palu Belum Kenal Produk Sendiri

Palu – Kota Palu memiliki berbagai macam produk, baik produk industri kerajinan maupun produk olahan yang ternyata belum diketahui sebagian besar masyarakat Kota Palu sendiri.

Demikian disampaikan Wali Kota Palu H Andi Mulhanan Tombolotutu saat membuka secara resmi Palu Expo 2015, yang diselenggarakan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Palu di Halaman Palu Grand Mall (PGM), Minggu (27/9/2015).

Ketidaktahuan masyarakat tentang potensi Kota Palu tersebut diungkapkan Mulhanan, berdasarkan pengalaman langsung dilapangan saat mengunjungi Pusat Kerajinan Rotan Nasional (Pirnas) bersama beberapa menteri dan duta besar dalam kegiatan Diplomatik Tour yang merupakan rangkaian kegiatan Sail tomini beberapa waktu lalu.

“Waktu kita disana kebetulan banyak masyarakat yang juga ikut menyaksikan dan baru tahu, oooh rupanya produk rotan itu bisa diolah menjadi papan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Mulhanan, Palu Expo 2015 sangat baik dan perlu untuk terus dilaksanakan, agar semua masyarakat khususnya di Kota Palu lebih mengenal dan mengetahui produk dan segala potensi yang ada di daerah ini.

“Expo seperti ini juga bisa menjadi sarana promosi industri olahan seperti rotan tadi. Agar masyarakat paham dan tahu manfaat rotan yang bisa jadi papan, biar penebangan pohon bisa dikurangi. Karena rotan hidupnya merambat di pohon. Sehingga membantu kelestarian alam juga,” tegasnya.

Selain itu, dalam kegiatan expo yang diikuti beberapa stan SKPD Pemkot Kota Palu tersebut, Mulhanan juga mengungkapkan bahwa produk-produk yang berasal dari daerah Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu sangat banyak diminati masyarakat luar daerah bahkan luar negeri. Menurutnya hal tersebut terlihat dari beberapa iven nasional yang diikuti Pemkot Palu yang mampu menyedot perhatian berbagai kalangan.

“Kita sudah sering ikut berbagai iven nasional. Dan produk kita banyak dipesan pengunjung. Ada yang ngomong ‘wah produk bapak ini bagus, bisa nda kita pesan sekian kontainer.?’ Tapi ketika di pesan tenaga kita yang belum mampu atau masih terbatas,” terangnya.

Sehingga, menurutnya, besarnya minat masyarakat luar terhadap produk kita, tidak seimbang dengan tenaga yang kita miliki. Yang pada akhirnya kita belum mampu mengisi pasar secara keseluruhan.

Lebih jauh Mulhanan juga mengungkapkan bahwa produk Kota Palu juga sudah cukup mampu bersaing dengan produk produk daerah lain di Indonesia. Namun menurutnya masih sedikit kalah di kemasan.

“Produk kita bisa bersaing dengan produk lain, hanya biasa kalah dalam kemasan saja,” terang Mulhanan.

Mulhanan menambahkan, bahwa saat ini Disperindakop, baik kota maupun provinsi telah melakukan pengadaan rumah kemasan yang memiliki mesin-mesin pengemas.

“Sehingga kita harapkan bisa menjadi pendukung untuk bisa bersaing dengan produk luar,” tutupnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: