4 Jemaah Haji Sulteng Wafat

Palu – Ruswati Karim Lawadang binti Karim, jemaah haji asal Sulawesi Tengah dinyatakan wafat dalam musibah di Mina 204, Kamis (24/9/2015) lalu. Perempuan asal Kabupaten Tojo Unauna tersebut sudah teridentifikasi dan resmi dirilis oleh Kementerian Agama sebagai satu dari 41 jamaah haji asal Indonesia yang wafat dalam peristiwa di Mina.

Ketua PPIH Provinsi Sulteng Zulkifli Tahir mengungkapkan, Ruswati Karim Lawadang termasuk dalam kelompok terbang (kloter) BPN 5 dengan nomor paspor A8925437, rombongan 5. Ruswati adalah satu dari tujuh WNI yang baru dirilis Kemenag, Senin (28/9/2015).

Ruswati beralamat di Desa Dolong A Kecamatan Walea Kepulauan, Kabupaten Tojo Unauna.

“Meninggal karena tragedi Mina, setelah diidentifikasi di RSAS dari sal warna orange yang digunakan bertuliskan Kab. Tojo Una-una,” ungkap Zulkifli Tahir yang juga Kepala Kantor Kemenag Sulteng melalui rilis yang diterima Metrosulawesi, Senin (28/9/2015), malam.

Dengan demikian, sudah empat jemaah haji asal Sulawesi Tengah yang meninggal dunia. Tiga lainnya yakni Hj Saadiyah Sulaeman Lindungan binti Sulaiman, berlamat Jalan S Lariang Palu yang meninggal dunia pada 2 September 2015 lalu.

Selanjutnya, Hj Itekka Latengangah Lapengkong binti Latengangah (Palu), dan H La Saka Pangnge Latulele bin Pangnge (Morowali). Ketiga jemaah haji ini meninggal dunia karena sakit, bukan karena musibah Mina.

Selain korban wafat yang telah teridentifikasi, ada seorang jemaah haji asal Sulteng yang belum kembali ke kloternya setelah proses armina.

“Atas nama H Abdul Wahab Samangka bin Koya asal dari Kabupaten Tojo Una-una,” ujarnya.

Diharapkan Abdul Wahab Samangka segera ditemukan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dalam kesempatan jumpa pers di Daerah Kerja (Daker) Makkah, Senin (28/9/2015) mengatakan, hingga saat ini, tim sedang berusaha keras mencari jemaah haji yang belum diketahui keberadaannya.

“Tim telah berusaha keras siang dan malam mencari jamaah yang masih belum diketahui keberadaannya dan mengidentifikasi jenazah yang telah diketahui meninggal dunia,” terang Abdul Djamil.

45 WNI Wafat

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengidentifikasi 41 jamaah haji Indonesia yang wafat karena peristiwa Mina. Hal ini sehubungan dengan telah teridentifikasinya tujuh jenazah jamaah haji Indonesia yang ada di pemulasaraan Mu’aishim sampai dengan Senin (28/9/2015) dini hari waktu Arab Saudi.

“Sampai dengan saat ini, kami telah menginventarisasi jamaah haji korban peristiwa Mina dengan informasi sebagai berikut: jamaah meninggal dunia pada rilis sebelumnya sebanyak 34 orang, saat ini teridentifikasi lagi sebanyak tujuh orang sehingga jumlah total menjadi sebanyak 41 orang,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil di Daker Makkah melalui siaran persnya, Senin (28/9/2015).

Selain itu, Abdul Djamil mengatakan bahwa jamaah haji Indonesia yang cedera yang dirawat di rumah sakit juga bertambah empat orang, sehingga jumlah total menjadi 10 orang.

Sehubungan dengan bertambahnya jamaah yang teridentifikasi wafat dan sakit, maka menurut Abdul Djamil, jamaah yang belum kembali ke pemondokan berkurang menjadi 82 orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 90 orang,

Tim PPIH juga berhasil mengidentifikasi jamaah haji dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi, yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. WNI dimaksud ber nama Rumiati binti Nomo alias Aminah, dengan alamat Desa Kalipare RT 03/03 Kecamatan Kalipare Arjowilangun Malang–Jawa Timur. Sehingga sampai saat ini, menurut Djamil, jumlah WNI mukimin yang menjadi korban peristiwa Mina berjumlah 4 orang. Dengan demikian ada 45 WNI yang wafat.

Diakui Djamil bahwa kejadian pada Kamis (24/9) pagi itu memang memakan korban yang cukup banyak dari berbagai negara, sehingga memerlukan banyak waktu untuk dapat mengetahui secara jelas dan akurat tentang identitas jamaah yang bersangkutan.

Kondisi ini, menurutnya, juga mengharuskan PPIH berlomba dengan waktu dikarenakan semakin lama waktu identifikasi, semakin sulit mereka dapat mengenali jamaah haji yang wafat.

Dari proses identifikasi yang sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir, Djamil memetakan tiga kriteria korban dalam peristiwa ini, yaitu: jamaah yang meninggal dunia, jamaah yang cedera, dan yang belum kembali ke pemondokan. Untuk jamaah yang telah meninggal dunia, tim PPIH melakukan proses identifikasi berupa pencocokan data foto jenazah, kondisi fisik, dan foto yang terdata dalam siskohat dan E-Hajj.

Untuk jamaah yang cedera, lanjut Djamil, tim PPIH melakukan inventarisasi ke beberapa rumah sakit Arab Saudi di Makkah. Adapun untuk jamaah yang masih belum kembali, tim PPIH melakukan inventarisasi data laporan dari para ketua kloter dan sanak/saudara yang kebetulan mendampingi jamaah yang bersangkutan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan masih ada lima kontainer berisi jenazah korban peristiwa mina yang belum diidentifikasi di pemulasaran mayat, Al Mu’ashim, Mekkah, sehingga tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan kembali ke lokasi tersebut Senin sore.

“Semula kami melihat ada empat kontainer, ternyata ada lima kontainer, yang setiap kontainernya berisi puluhan jenazah,” kata Lukman di Mekkah, Arab Saudi, Senin (28/9/2015), usai memaparkan langkah pemerintah cq Kementerian Agama selaku PPIH dalam mengidentifikasi jamaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina.

Ia menegaskan pencarian akan terus dilakukan sampai semua jamaah Indonesia yang belum kembali ditemukan. “Bahkan walau sudah melampaui tanggal 26 Oktober, saat penerbangan terakhir pemulangan jamaah ke Tanah Air, kami masih akan terus melakukan pencarian,” ujar Lukman.

Pemulangan

Ketua PPIH Sulteng Zulkifli Tahir mengatakan, pemulangan jemaah haji Sulawesi Tengah akan berlangsung 2 sampai dengan 7 Oktober 2015. Pengambilan stiker kendaraan untuk penjemput dimulai sejak Senin (28/9/2015) setiap hari kerja.

Keluarga jemaah diminta membawa fotocopy KTP keluarga terdekat yang akan menjemput.

“Keluarga jemaah haji dipersilahkan mengambil stiker kendaraan penjemputan di Asrama Haji pada bidang PHU Kanwil Kementerian Agama Sulteng Jalan Prof Moh Yamin No 42 Palu,” ungkapnya. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: