Panwas Banggai Temukan Indikasi Politik Uang

Palu- Anggota Panwas Kabupaten Banggai Bobby Dayanun mengungkapkan, telah ditemukan indikasi politik uang yang dilakukan oleh tim salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Selain politik uang, Panwas juga mendalami dugaan penghinaan terhadap lembaga Panwas di daerah tersebut.

Bobby Dayanun mengatakan, dugaan praktik politik uang terjadi di dua desa berbeda di Kecamatan Luwuk Timur, Banggai. Tim relawan pasangan nomor urut satu membagi-bagikan minuman dan baskom (tempat air) yang disertai dengan stiker gambar pasangan calon.

“Mereka membagi-bagikan baskom, minuman, dan stiker pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut satu kepada masyarakat di dua desa itu,” kata Bobby dihubungi dari Palu, Selasa (22/9/2015).

Barang bukti, kata dia telah diamankan oleh Panwas Kecamatan Luwuk Timur untuk proses selanjutnya. Nomor urut satu yang dimaksudkan adalah Sofhian Mile-Sukri Djalumang.

Dia menjelaskan, awalnya tim relawan bersilaturahmi dengan warga desa. Seusai pertemuan tersebut, PPL dan Panwas Kecamatan Luwuk Timur kemudian mendapati seorang warga telah menerima barang pemberikan tim pasangan calon tersebut berupa baskom, minuman dan stiker. Peritiswa itu terjadi pada Sabtu 11 September 2015 yang bukan jadwal kampanye pasangan nomor urut satu.

“Setelah membangikan barang-barang itu, tim relawan bergerak lagi ke desa lainnya di Hunduhon. Jadi, ada dua desa,” jelas Bobby Dayanun.

Sebuah tim relawan pasangan calon tersebut berada di Desa Hunduhon terjadi sebuah insiden. Saat itu, kata Bobby Panwas Kecamatan Luwuk Timur bersitegang dengan warga setempat yang juga diindikasikan tim pasangan calon nomor urut satu.

“Warga yang diidikasikan tim pasangan calon mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya. Ada cacian terhadap lembaga Panwas,” kata Bobby.

Menurutnya, cacian tersebut merupakan pelecehan terhadap lembaga Panwas dan karena itu dikategorikan sebagai tindak pidana murni. Panwas Banggai telah menyurati warga yang mencaci tersebut termasuk seorang saksi untuk dimintai keterangan.

Istri Calon Wakil Bupati

Tiga orang yang disurati terkait insiden penghinaan terhadap Panwas, salah satunya istri calon wakil bupati Banggai nomor urut satu. Pada saat insiden tersebut yang bersangkutan hadir di lokasi.

“Istri calon wakil bupati itu telah menghadiri panggilan kami dan mengklarifikasi bahwa dia ada di dalam rumah sehingga tidak mendengar adanya cacian itu,” kata Bobby.

Adapun, warga yang diduga mencaci Panwas belum menghadiri panggilan, termasuk seorang saksi.

“Baru istri calon wakil bupati yang hadir,” katanya.

Dia menegaskan, masalah ini akan diproses lebih lanjut. Jika pelanggaran tersebut mengarah pada tindak pidana, maka akan diserahkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan selanjutnya kepolisian.

Adapun soal pembagian baskom, minuman yang disertai stiker juga sedang didalami. Bobby menegaskan, Panwas Banggai akan memanggil pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas dugaan praktik politik uang tersebut.

Bisa Dibatalkan

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah Ratna Dewi Pettalolo mengaku belum menerima laporan dari Panwas Banggai terkait dugaan politik uang dan pelecehan terhadap lembaga Panwas.

Dia mengatakan siapapun yang terlibat dalam praktik politik uang harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Memberikan sejumlah uang dan dalam bentuk lain seperti barang, dengan maksud untuk mempengaruhi pemilih. Kalau ada stiker artinya ada maksud untuk mempengaruhi pemilih. Nanti akan ditindaklanjuti,” kata Ratna Dewi Pettalolo di Palu, Selasa (22/9/2015).

Dia meminta kepada Panwas agar tidak takut dalam mengambil tindakan jika memang terbukti melakukan politik uang.

“Dalam setiap pembekalan Bawaslu, kami memberi penguatan. Butuh orang-orang berani di Panwas menegakkan aturan. Siapapun pelaku harus ditindaklanjuti. Informasi atau temuan wajib kita melakukan penilaian apakah ada indikasi pelanggaran atau tidak. Tidak boleh dibiarkan, harus diproses,” tegasnya.

Dia mengatakan, politik uang merupakan tindak pidana. Soal sanksi, kata Ratna Dewi Pettalolo pasangan calon yang melakukan politik yang bisa dibatalkan sebagai calon bupati dan wakil bupati.

“Tapi ini perlu pembuktian,” ujarnya.

Ratna Dewi Pettalolo juga menyerukan kepada semua pihak agar menolak politik uang.

“Kami sedang membangun gerakan bersama menolak politik uang supaya praktek politik uang tidak terjadi. Kami lakukan adalah upaya pencegahan,” katanya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: