100 Personel Pasukan Elit TNI Buru Santoso
Pasukan TNI saat latihan PPRC di Poso belum lama ini.(Foto:Abdee)

100 Personel Pasukan Elit TNI Buru Santoso

PALU, – Sebanyak 100 pasukan TNI dari Mabes TNI Jakarta Jumat (25/09/2015) tiba di Kota Palu. Ratusan pasukan TNI tersebut tiba di Palu Jumat pagi dan langsung diterima Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen Bachtiar di Makorem 132 Tadulako. Pasukan TNI ini kemudian di serahkan kepada Kapolda Sulteng Brigjen Pol Idham Azis untuk membantu Polri di Poso dalam operasi Camar Maleo III.

Dari 100 pasukan TNI tersebut, terdapat 60 personel pasukan elit TNI dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) serta 40 personel dari Pengintai Tempur (Taipur) Kostrad Mabes TNI.

Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar mengatakan, diterjunkannya ratusan pasukan elit TNI itu atas permintaan Kapolri membantu Polri dalam operasi Camar Maleo III di Poso. Pasukan ini nantinya bersama-sama Brimob yang sudah lebih dulu berada di Poso akan memburu kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso yang diduga masih bersembunyi di pegunungan Poso.

“100 pasukan elit TNI ini akan di-BKO di operasi Camar Maleo III selama 19 hari dimulai dari hari ini (Jumat, 25 September 2015). Mereka akan menjalankan tugas-tugas TNI membantu operasi yang dijalanlkan oleh Polri di Poso,” kata Mayjen Bachtiar yang ditemui kabarSELEBES.com di Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu Jumat Siang.

Menurut Bachtiar, 100 pasukan elit TNI ini tidak akan memberi ruang gerak kepada kelompok Santoso hingga gembong teroris dan anak buahnya itu ditumpas.

“Ini kami anggap urgen. Permintaan Kapolri agar TNI ikut memback-up Polri di Poso itu sesuatu hal yang sangat penting. Kami tidak akan membiarkan bibit-bibit teror dan separatis untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia termasuk di Poso,” tegas Bachtiar.

Seratus pasukan elit itu siang tadi menerima pembekalan dan pengenalan lokasi dari Komandan Satuan Brimob Polda Sulteng Kombes Reza Ali di ruang Torabelo Polda Sulteng. Selama empat jam menerima pembekalan, seratus pasukan elit TNI ini kemudian akan diberangkatkan ke Poso untuk bergabung bersama pasukan Brimob Kelapa Dua Jakarta.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Jakarta mengatakan, dalam operasi Camar Maleo III, Polri dibantu TNI untuk menangkap Santoso Cs yang diperkirakan bersenyembunyi di hutan belantara Poso, Sulawesi Tengah.

“Kemarin juga dibantu oleh TNI melakukan operasi di sana. Dari TNI 100 persenel, Polri 1000 personel,” tegas mantan Kepala Polda Sulteng itu seperti dikutip JPNN.

Kelompok Santoso terakhir diserbu pada 16, 17, 18, 19 Agustus 2015 lalu. Ketika itu, satu orang anggota kelompok tewas di tangan petugas. Namun naas, ketika mengevakuasi jenazah, kelompok teroris balas menyerang dan mengakibatkan seorang perwira Polri gugur.

Atas penggerebekan itu, Polri menduga kelompok Santoso melakukan balas dendam dengan membunuh warga. Tercatat tiga korban warga sipil tewas diduga dibunuh kelompok Santoso(kabarselebes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: