Pantoloan Pintu Masuk Narkoba

SULTENG POST- Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli merupakan wilayah yang terindikasikan sebagai salah satu pintu masuk narkoba di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu. Pasalnya, di wilayah tersebut terdapat pelabuhan.

Sebagai pelabuhan terbesar, Pelabuhan Pantoloan tempat beragam manusia dan profesi serta berbagai jenis barang keluar masuk di Kota Palu. Hal ini tentunya tidak menutup adanya indikasi keluar masuknya narkoba di pelabuhan tersebut.

Demikian diungkapkan Lurah Pantoloan Ramli SE pada sosialisasi BNNKota Palu di Kelurahan Pantoloan, Selasa (22/9/2015).

Dijelaskannya, indikasi tersebut diperkuat dengan ditemukannya sejumlah pelajar salah satu SMA di Kelurahan Pantoloan sebagai penyalahguna narkotika jenis Sabu.

“Jika ini dibiarkan terus menerus, kasihan anak-anak kami di sini, ini harus ada tindakan pencegahan lebih lanjut dari kita semua, kita harus bersama-sama,” kata Ramli.

Olehnya ia sangat berterimakasih kepada BNN Kota Palu yang turun ke sosialisasi bahaya narkoba di wilayahnya. “Tolong jangan ini yang pertama dan terakhir, jika perlu sering-sering dan jangan bosan ke Kelurahan Pantoloan,” harapnya.

Kepala BNNK Palu AKBP Sahidi sangat berharap warga Kelurahan Pantoloan dapat menjadi perpanjangan tangan BNN Kota Palu di wilayah itu. Sebab kata Sahidi, BNNK Palu tidak dapat mengawasi dan mencegah setiap warga yang ada di Kota Palu ini luput dari pengaruh narkoba, tanpa ada bantuan dari warga, paling tidak memberikan informasi terkait gerakan sindikat narkoba.

Selain itu, mantan Kaban BNN Donggala ini juga meminta kesadaran warga yang telah menjadi korban narkoba untuk sadar dan menyerahkan diri ke BNNK.

“Kalau tangkap kepolisian itu akan diancam pidana dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun, jika terbukti memiliki dan menguasai barang itu. Tapi kalau datang ke BNNK menyerahkan diri kami akan obati, biar tidak kecanduan lagi, diobati secara gratis, ini program pemerintah, tidak dipungut biaya,” pesan Sahidi.

Di tempat yang sama, seorang praktisi dan akademisi kesehatan Iwan mengungkapkan, dari segi kesehatan bahaya penyalahgunaan narkoba dapat merusak sistem saraf di otak, akan mengganggu mata, jantung, paru-paru, lambung, kelencar, adrenalin, usus kecil dan besar serta kantung kemih para penggunanya.

Selanjutnya ia mengatakan, jika hal tersebut sudah merusak sistem saraf pada otak, besar kemungkinan akan sulit untuk sembuh. Karena kata Iwan, hingga hari ini belum ada seorang dokter ahli dimanapun yang dapat menyembuhkan manusia secara sempurna dari gangguan saraf. Sebab sistem sangat sulit untuk terdeteksi saraf yang mana yang mengalami kerusakan. Karena jumlah saraf yang ada di otak jumlahnya sangat luar biasa banyaknya.

“Jika saraf sudah diserang, besar kemungkinan akan sulit untuk sembuh total, sementara narkoba itu yang di serang adalah saraf di otak, makanya pemakai narkoba secara terus-menerus dalam jangka panjang akan terganggu mata, jantung, lambung, kelencar, adrenalin, usus kecil dan besar serta kantung kemihnya,” ungkap Iwan.

Olehnya kata Iwan, sedini mungkin harus dihindari penggunaan barang tersebut, sebab sejatinya barang narkotika hanya diperuntukan pada bidang kesehatan dan penelitian, ilmu pengetahuan dan tehnologi, tidak diperuntukan dikonsumsi secara bebas, sebab sangat berbahanya dampak negatifnya jika disalahgunakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: