Calon Bupati Sigi Terancam Didiskualifikasi

SIGI-Salah satu calon Bupati Sigi, Husen Habibu, terancam didiskualifikasi karena menghadiri kampanye pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam pada Senin (21/9/2015) di Desa Rampadende, Kecamatan Dolo Barat dan Desa Sibalaya Kecamatan Tanambulava.

Hal itu disampaikan Divisi Penindakan Panwaslih Sigi, Chandra Idaman, Selasa (22/9/2015).

Chandra mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari tim pemenangan Rusdi-Ihwan tingkat Kabupaten Sigi dan berkomitmen menindaklanjutinya dengan melakukan kajian objektif.

“Kalau kehadiran pak Husen sebagai masyarakat biasa mungkin masih bisa ditolerir. Tapi berdasarkan laporan bahwa yang bersangkutan naik ke atas panggung dan menyampaikan orasi. Maka pak Husen terindikasi melanggar aturan. Jika nanti hasil kajian kami menyimpulkan itu pelanggaran berat, beliau dimungkinkan bisa didiskualifikasi,” ujar Chandra.

Menurutnya, indikasi pelanggaran salah satunya terletak pada kehadiran Husen pada kampanye paslon gubernur dan wakil gubernur. Sementara yang bersangkutan merupakan kandidat calon bupati, namun laporan lisan yang disusul tertulis menyatakan Husen bukanlah juru kampanye (jurkam) Rusdi-Ihwan.

“Pihak yang berhak melakukan orasi kampanye adalah paslon maupun tim pemenangannya. Jadi, kalau terbukti ada pihak di luar itu yang melakukan orasi, berarti melanggar aturan. Untuk menentukan tingkat pelanggaran ringan, sedang atau berat, kami butuh kajian mendalam. Sehingga kami persilahkan pelapor melengkapi data-data berupa bukti maupun saksi,” sambung Chandra.

Ketua Panwaslih Sigi, Darwin yang dikonfirmasi via ponsel pun mengaku bakal mendalami laporan beserta bukti dan kemudian mengkonfirmasi Husen.

“Maaf sekarang (kemarin.red) saya sedang di Makassar, tapi tetap ditindaklanjuti. Kami juga bakal berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Kecamatan Tanambulava dan Dolo Barat menyangkut apa saja hasil temuan mereka di lapangan saat itu,” tutur Darwin.

Diskualifikasi dimungkinkan ditegakkan kepada Husen ketika kajian menyatakan pelanggaran berat. Namun jika kesimpulannya pelanggaran sedang, maka Panwaslih melakukan teguran keras. Sementara kalau hanya pelanggaran ringan, Husen pun sebatas diberi teguran ringan.

Terpisah, ketua tim pemenangan Rusdi-Ihwan Kabupaten Sigi, Reynald B Tarro kembali menegaskan kekecewaannya atas kehadiran Husen dalam kampanye tersebut. Pasalnya dia datang bukan sekadar atas nama masyarakat biasa, melainkan naik panggung dan bergabung dalam orasi Cudi.

“Kami sangat terkejut atas kehadirannya yang tak diduga-duga. Kami tidak mengundangnya, tapi dia datang dan terlihat memanfaatkan momen ini untuk kepentingannya. Kami tidak bisa terima. Apalagi jelas-jelas Golkar mengusung pak Irwan Lapatta, itu pun kami tidak mengundang pak Irwan lantaran mengikuti aturan sekaligus menghormati koalisi di tingkat provinsi,” tegas Roby (sapaan Reynal).

Ia mengaku pihaknya kemarin telah melayangkan laporan kepada Panwaslih Sigi dengan harapan segera ditindaklanjuti. “Kami berharap panwaslih benar-benar obyektif. Apalagi laporan kami ini sebenarnya untuk menguatkan panwaslih yang sewajarnya memiliki temuan sama saat berlangsungnya kampanye itu,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sigi, Moh Rizal Intjenae juga mengaku kecewa atas kehadiran Husen. Menurut Rizal, kampanye itu memang untuk kandidat calon gubernur dan wakil gubernur, sehingga tidak menghadirkan kandidat calon bupati dan wakil bupati, sekalipun Irwan Lapatta yang diusung Golkar.

Kami ingin saling menghargai, mengingat pak Cudi dan pak Ihwan juga diusung Hanura. Kami dari Golkar begitu kecewa atas kehadiran pak Husen,” tanggapnya.

Pantauan sejumlah media massa, Husen secara mengejutkan tiba-tiba muncul dan langsung naik di panggung. Selain mengikuti orasi Cudi, Husen juga terlihat berbicara kepada pembawa acara dan kemudian pembawa acara itu mempersilahkan Husen memimpin doa.(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: