Peserta Jambore Lansia, Beri Bantuan Kepada Yayasan Alkautsar Palu

SULTENG POST- Peserta Jambore Lanjut usia (lansia) yang baru saja menghadiri kegiatan Sail Tomini, di Kabupaten Parigi Moutong, menyempatkan diri berkunjung ke Yayasan Alkautsar Kota Palu, Ahad (20/9/2015).

Kedatangan ratusan Peserta jambore lansia tersebut dalam rangka menggelar bakti sosial Gerakan Nasional Lansia Peduli (GNLP).

Ketua rombongan Dr H Djoko Rusmoro MPA mengatakan, bahwa kegiatan bakti sosial yang dilakukan di Yayasan Alkautsar Kota Palu, merupakan inisiatif peserta jambore saat berlayar di KRI Makassar menuju lokasi Sail Tomini.

Pada kesempatan itu, Djoko Rusmoro memberikan beberapa nasehat kepada peserta yang hadir tentang pentingnya saling menghormati antar generasi karena kehidupan moderen saat ini telah mengikiskan rasa tersebut.

Dengan adanya gerakan lansia peduli tersebut, diharapkan para lansia dapat memberikan semangat bagi yang muda tentang pentingny saling peduli sesama.

“Kita wujudkan lansia yang sehat secara akhlak dan bermartabat. Melalui kegiatan ini, mari kita saling asih, asah dan asuh pada arah tiga generasi di seluruh Nusantara,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Direktur Pelayanan Lanjut Usia Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Tuti Haryati. Ia mengatakan, lansia peduli saat ini semakin berkembang melalui gerakan-gerakan sosial. Hal ini membuktikan bahwa lansia juga bisa peduli dan berbagi dengan sesama lansia seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, Tuti Haryati memberikan apresiasi kepada pimpinan Yayasan Alkautsar Palu Sabrin O Ladongi, yang telah bekerja keras dengan niat yang tulus membangun yayasan tersebut sehingga berkembang dengan pesat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulteng yang juga Ketua Umum Komda Lansia Sulteng mengatakan, selaku tuan rumah Sail Tomini mengucapkan terima kasih kepada peserta Jamboree Lansia nasional yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan event di wilayahnya itu.

Pada kesempatan itu, Wagub Sudarto didaulat sebagai anggota lansia peduli dengan diberikan almamater serta siga yang menjadi ikon lansia peduli.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Pusat Studi Kelanjutusiaan Universitas Indonesia Prof Tri Budi W. Raharjo, Hartini LB Moerdani (Istri Jenderal LB Moerdani), Kepala BKKBN Sulteng, serta Tokoh lansia Sulteng Hasan Tawil.

Seluruh rombongan pada kesempatan itu dihibur dengan penampilan seni dan budaya yang ditampilkan oleh penari lintas generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: