Pemkot Jamin Kebutuhan Ternak Kurban

PALU-Pemkot menjamin ketersediaan ternak kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 2015.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kota Palu, Hasniwati, mengatakan persediaan ternak kambing dan sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada hari raya kurban cukup memadai.

Masyarakat tak perlu merasa khawatir kekurangan sebab Kota Palu berbatasan dengan dua kabupaten yang selama ini termasuk memiliki tingkat populasi ternak cukup besar.

“Palu diapit Kabupaten Sigi dan Donggala yang merupakan sentra pengembangan ternak di Sulteng,” katanya, pekan lalu.

Kebanyakan ternak potong di dua daerah itu selama ini dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat di Ibu Kota Provinsi Sulteng ini.

Dengan demikian, kata dia, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk mengkhawatirkannya.

Jumlah ternak sapi di Kota Palu saat ini sekitar 8.000 ekor.
Sementara kebutuhan ternak kurban pada hari raya Idul Adha yang jatuh pada 24 September 2015 mencapai 800 ekor terdiri atas sapi dan kambing.

Harga daging sapi di pasaran lokal saat ini mencapai Rp100 ribu/kg. Sementara harga ternak kambing berkisar antara Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta/ekor, sedangkan harga ternak sapi berkisar Rp8 juta sampai Rp30 juta/ekor.

Selain itu, Hasniwatijuga mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan hewan kurban, di titik-titik penjualan dan tempat pemotongan.

“Jadi kami selaku dinas yang terkait akan melakukan pemeriksaan seminggu sebelum Idul Adha, untuk mengevaluasi dan mengetahui berapa jumlah ternak yang akan di kurbankan,” katanya.

Selain itu kata Hasniwati, pemeriksaan hewan ternak juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan hewan ternak yang akan dikurbankan, salah satu contoh kambing, domba maupun sapi yang akan dikurbankan harus dalam kondisi sehat, minimal berusia satu tahun keatas atau khusus sapi, gigi harus sudah pupak alias tumbuh tetap.

“Contohnya, gigi belum tanggal atau belum tumbuh sempurna. Artinya, usia sapi ini masih sangat muda, sehingga belum layak untuk menjadi hewan kurban,” jelasnya. ANT/ROA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: