Relawan NKRI 70 Soroti Ketidakadilan Penertiban APK

PALU – Relawan NKRI 70 Pasangan Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam menyesalkan banyaknya alat peraga kampanye (APK) pasangan nomor urut 1 Rusdi Mastura (Cudi)-Ihwan Datu Adam di berbagai daerah.

“Seperti yang terjadi di Parigi Moutong. Ada juga posko yang dirusak. Tapi kami tidak mengetahui siapa pelaku,” ujar Koordinator Relawan NKRI Ridha Saleh, Senin siang di Posko Relawan NKRI 70, Jalan Diponegoro, Palu Barat.

Atas tindakan itu, Ridha Saleh meminta kepada Bawaslu agar bisa bertindak sesuai dengan peraturan KPU.

“Kami meminta perlakuan adil saja,” ujar mantan komisioner pada Komnas HAM RI itu.

Di wilayah Tambu Kabupaten Donggala, spanduk Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam yang dipasang di rumah-rumah warga dicabut. Padahal poster dan spanduk itu berlogo KPU.

“Saya sudah sampaikan kepada panwaslih untuk memperhatikan itu. Panwaslih meminta untuk melaporkan kejadian itu ke Panwaslih. Setelah dilaporkan oleh pemilik rumah, Panwaslih meminta maaf atas kekeliruan tersebut,” kata Fahri Timur, Relawan Fastabiqulkhairaat.

Menurut Fahri, kalau kejadian berulang-ulang, meluas dan massif, maka patut ada kecurigaan.

Fahri juga menghimbau agar relawan tetap bisa mengendalikan diri dalam mewujudkan pilkada damai. Juga berlangsung tertib dan adil.

Dia juga melihat menyoroti baliho nomor urut 2 yang menjamur agar segera diturunkan. “Inikan sudah waktunya semua itu diturunkan. Baliho itu terpampang di jalur umum. Kalau itu dibiarkan, maka bisa saja ada unsur kesengajaan,” kata Fahri Timur.

Sekretaris Tim NKRI 70, Dedy Askary menyatakan baliho di Desa Tada dicopot oleh Panwaslih. Saat ini tim relawan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait. Poster Loyalis Cudi-Ihwan dicopot juga. Di Tolai, posko dirusak oleh kelompok yang diduga pihak yang memiliki kecenderungan pendukung nomor urut 2.

“Ketika meminta keadilan, keadilan macam apa yang dimintakan. Sementara APK nomor urut 2 bertebaran. Sementara APK nomor urut 1 dicopot secara massif,” kata Dedy Askary.

Ridha Saleh meminta kepada penyelenggara berlaku adil dan menjalankan PKPU yang mengatur tentang kampanye. “Kalau KPUD minta bantuan, kami siap membantu dukungan tenaga untuk mencabut APK selain produk KPU,” kaya Ridha Saleh.

Tambah Ridha, tim advokasi Cud-Ihwan sudah bertemu dengan Bawaslu Sulawesi Tengah. Mereka mengaku akan menyurati seluruh Panwaslih di kabupaten-kabupaten agar segera menertibkan APK selain produk KPUD.(KABARSELEBES)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: