Jagung Masih Aman Dari Ancaman Kemarau

PALU – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah Ir Trie Iriani Lamakampali mengatakan perkebunan jagung dan kedelai di daerahnya hingga kini masih aman dari ancaman kemarau.

“Sampai sekarang belum ada laporan dari daerah mengenai gagal panen jagung dan kedelai. Kecuali padi sudah 146 hektare gagal panen,” kata Trie Iriani Lamakampali di Palu, Rabu, menanggapi ancaman kemarau yang telah melanda daerah ini dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian kata Trie, instansi terkait di semua kabupaten/kota tetap memantau dan melakukan antisipasi terhadap kemungkinan adanya dampak kemarau terhadap komoditas jagung dan kedelai tersebut.

Trie mengatakan masih banyak lahan-lahan terlantar yang bisa dimanfaatkan untuk menambah produksi jagung dan kedelai guna memperkuat ketahanan pangan di daerah penghasil beras tersebut.

Dia mengatakan sejumlah daerah seperti Kabupaten Sigi telah berkomitmen memperluas areal tanaman jagungnya.

Daerah itu bahkan masuk dalam kawasan jagung nasional melalui program upaya khusus Kabinet Pembangunan Pertanian 2015-2019 yaitu penyediaan benih melalui program 1.000 desa mandiri benih.

Pengembangan model desa mandiri benih jagung tersebut pada pola tanam Agustus-September 2015 Kabupaten Sigi mendapat program perluasan kawasan jagung 1.000 hektare dari APBD.

Sejumlah desa telah ditetapkan sebagai desa mandiri benih yang tersebar di Kecamatan Dolo Selatan, Kulawi dan Palolo.

Di Kabupaten Sigi kata Trie, telah menargetkan luas tanam jagung mencapai 18.254 hektare, masing-masing pada periode Oktober-Maret seluas 7.388 hektare dan Agustus-September 10.866 hektare.

Trie mengatakan produksi jagung di Sulawesi Tengah pada 2014 mencapai 172.110 ton.

Jumlah tersebut lanjutnya, naik 23 persen dibanding tahun sebelumnya hanya 139.266 ton.

Menurut Trie meskipun daerah ini masuk dalam dampak el nino, namun tidak masuk dalam kategori el nino ekstrim.

Dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah saat ini, Trie optimistis produksi jagung di daerah ini naik dibanding 2014. ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: