Satu Penerjun TNI Al Gagal Mendarat

Palu – Salah seorang penerjun dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut gagal mendarat dan tersangkut di atas pohon sekitar 50 meter dari titik pendaratan yang ditentukan, saat melakukan latihan terjung payung di Lapangan Vatulemo Depan Kantor Wali Kota Palu, Minggu (13/9/2015).

Salah seorang penerjun Marinir, Arifin menuturkan, bahwa penerjun yang ia tidak hafal namanya tersebut, tersangkut di dahan pohon kemungkinan disebabkan perubahan arah angin.

“Atau bisa juga salah prediksi, soalnya kadang filling kita anginnya kencang tapi pada kenyataannya justru sebaliknya,” katanya.

Menurut Arifin, beruntung penerjun tersebut tidak sampai mengalami cedera karena mendarat pada permukaan dahan yang sedikit rapat dan dengan kecepatan rendah.

Latihan terjun payung itu dilakukan untuk persiapan penerjunan pada kegiatan puncak acara Sail Tomini.

“Latihan ini untuk persiapan puncak acara Sail Tomini nanti. Dan yang akan terjun muungkin akan berjumlah lebih dari ini, sebab akan ada ketambahan dari TNI Angkatan Udara,” imbuhnya.

Latihan penerjunan ini diikuti 20 penerjun dari Korps Marinir TNI AL Surabaya. Yang mendarat dengan aman pada titik yang ditentukan, kecuali salah satu anggota tersebut yang mengalami sedikit masalah hingga gagal mendarat sempurna.

– See more at: http://www.metrosulawesi.com/article/satu-penerjun-tni-al-gagal-mendarat#sthash.5SebufW5.dpuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: