Puluhan Hektar Hutan dan Kebun di Buol Terbakar

Buol – Data Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Buol, mencatat puluhan hektar hutan dan perkebunan milik warga di 12 titik terbakar dalam dua bulan terakhir.

“Data ini belum termasuk kebakaran hutan yang jaraknya puluhan kilometer lokasinya, jadi ini baru lokasi yang sempat kita datangi dan lakukan pemadaman dibantu warga setempat dengan alat seadanya,” kata Kabid Damkar dan Pekuburan, Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Buol, Padly Padjimbung di ruang kerjanya, Sabtu (12/9/2015).

Fadly, menuturkan berdasarkan data tersebut diperkirakan kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah. Lanjut Fadly, menuturkan kebakaran pertama terjadi di kawasan perbukitan antara kecamatan Bokat dan Kecamatan Bunobogu pada awal Agustus lalu.

Diperkirakan sekitar 50 hektar hutan diperbukitan gundul akibat terbakar dan sampai saat ini masih terlihat kepulan asap. Dia menambahkan, di wilayah yang sama peristiwa serupa juga terjadi di Desa Pongan, Desa Kantanan luas semak dan kebun warga yang terbakar berkisar enam hektar.

Kemudian, di kecamatan Momunu ada dua titik kebakaran semak, Desa Lamadong Satu dan Desa Panimbul yang nyaris merembet ke perkebunan warga sekitar seluas kurang lebih empat hektar.

Lokasi berikut, di wilayah kecamatan Biau, terdapat lima titik masing-masing, Kelurahan Leok I, Dusun Tontoyong, Dusun Los dan area hutan sekitar lokasi pembangkit listrik (PLN) serta Dusun Bundo Kelurahan Leok II dan gunung Kali Kelurahan Kali. Total keseluruhan lahan yang terbakar seluas 17 hektar termasuk kebun milik warga berisikan tanaman cengkeh, pala, coklat dan kelapa ludes terbakar.

“Waktu kita ke lokasi pemiliknya menangis histeris ketika melihat cengkehnya terbakar, kita sudah berupaya semaksimal mungkin lakukan pemadaman tapi karena medan yang sulit kita tidak dapat berbuat banyak,” sambung Fadly.

Sedangkan di kecamatan Lakea, terdapat satu titik lokasi kebakaran kebun cengkeh milik warga setempat seluas lima hektar kering kerontang akibat terbakar.

“Juga di perkebunan kelapa sawit milik PT Sonokeling Buana luasan lahan yang terbakar kita belum tahu berapa hektar tapi kalau 10 hekataran mungkin lebih,” ujar Fadly.

Diakui Fadly, karena faktor keterbatasan fasilitas serta kemampuan anggota damkar yang masih minim di tambah kondisi medan sulit juga sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran sehingga menyulitkan proses pemadaman.

“Rata-rata lokasi kebakaran mobil tidak bisa masuk jadi kita hanya menyuplai air kemudian warga menggunakan jerigen, ember atau benda yang bisa menampung air selanjutnya warga ambil air dari mobil dan memikul ke lokasi untuk memadamkan api,” tandas Fadly.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: