Kontingen Jalan Santai dan Karnaval Sail Tomini Terlantar

Palu – Peserta Jalan Santai dan Karnaval Gebyar Pesantren Maritim yang digelar dalam rangka menyambut semarak Sail Tomini 2015 dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, yang digelar Kementerian Agama Sulteng harus menanggung biaya transportasi pulang – pergi dan biaya konsumsi sendiri, Minggu (13/9/2015).

Hal ini sebagaimana diakui sejumlah pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) asal Kabupaten Parigi Moutong kepada Metro Sulawesi yang mengaku, bahwa panitia pelaksana dari Kemenag Sulteng hanya menyediakan tempat menginap.

“Tidak ada pak, tapi sudah pulang semua anak-anak tadi (kemarin) hehehe…,” aku Ustadz Busyiri, Ketua Yayasan Nahdatul Tholibah Kotaraya, Kabupaten Parigi Moutong yang membawa 15 orang anggota, sambil malu-malu saat ditanya tentang hal tersebut.

Pengakuan serupa juga diakui Ustadz Sajuri,  pimpinan Pontren Hadayatul Muhtadi’in Kayuagung, yang membawa 54 orang termasuk tim kuda lumping untuk memeriahkan karnaval Sail Tomini itu.

Ditempat terpisah, pimpinan Pontren Salafiyah Al Hikmah Kecamatan Bolano Lambunu, Ustadz Ahmad Margono yang membawa 52 santri dan pendamping mengaku jika pihak panitia menyampaikan informasi ke seluruh pontren yang mendapat undangan, bahwa selama di Kota Palu semua kebutuhan sudah disiapkan panitia, mulai dari tempat menginap, transportasi dan konsumsi.

Ustadz Margono nampak bingung dengan kondisi ini, pasalnya dia harus mengeluarkan biaya diluar dugaan. Untuk itu, dia berupaya menemui sejumlah pihak untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dan transportasinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: