Tagih Hutang, Warga Ancam Bakar Rumah Pengusaha Rotan

Donggala – Sejumlah masyarakat di tepian hutan dusun Ue Tua, Desa Amal, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, sekitar pukul 08.30 Wita, dengan membawa parang dan sumpit berbondong-bondong mendatangi rumah seorang tengkulak rotan bernama Azwar di Desa Marana, Kecamatan Sindue.

Kehadiran mereka menagih uang hasil penjualan rotan yang sudah sepuluh hari belum dibayarkan. Dari pantauan media ini, mereka sempat mengancam membakar rumah tengkulak itu, bila hari ini,  Sabtu (12/9/2015) uang hasil penjualan rotan sebesar 4 juta rupiah belum dilunasi.

Yang membuat mereka marah, Azwar setiap hari berjanji untuk melunasi harga rotan tersebut. Namun nyatanya sudah seminggu mereka bolak-balik Azwar sepertinya tak berniat baik untuk melunasi harga rotan yang sudah ia angkut ke kota Palu tersebut.

Salah seorang warga yang juga kepala suku, Todi (40) kepada media ini menegaskan tidak akan pulang kalau uang mereka belum ada.

“Bagaimana kami tidak marah, setiap hari kami bolak-balik kerumahnya karena dia janji mau bayar, tapi nyatanya belum ada. Tapi hari ini kami tidak akan pulang sampai uang kami keluar,” ujarnya.

Menurut dia, uang itu sangat mereka perlukan untuk membayar utang dan membeli kebutuhan lainya. Apalagi, kata Todi, mereka merasa malu karena sudah terlalu banyak berutang diwarung.

“Karena berharap uang hasil rotan itu cepat keluar, kami berutang diwarung untuk memenuhi kebutuhan. Tapi kami sudah malu dengan pemilik warung, karena sudah sepuluh hari utang kami belum dibayar,” keluhnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Ketua Bankamdes Kecamatan Sindue, Anwar Lanawi mengajak Todi dan warga lainya untuk beristirahat dirumahnya.

“Saya ajak mereka kerumah biar tenang dulu. Tadi saya sudah hubungi Kapolsek Sindue untuk berkoordinasi,” kata Anwar.

Dia mengimbau, agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, karena saat ini Sulteng sedang mempersiapakan diri menghadapi Pilkada serentak Desember mendatang.

Sementara dari info yang diterima media ini, tengkulak Azwar saat didatangi warga masih nyenyak tidur dirumahnya. Dia kaget bukan kepalang didatangi warga yang menagih uang hasil penjualan rotan dengan membawa parang dan sumpit sambil mengancam akan membakar rumahnya.

Dihadapan warga, Azwar` berjanji akan membayar harga rotan  namun dia harus menemui bosnya di kota Palu terlebih dahulu, untuk meminta uang. Sampai berita dikirimkan, warga masih menunggu hingga uang hasil penjualan rotan mereka dibayarkan. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: