Pekan Budaya Sulteng, Komitmen Kembangkan Pariwisata Berbasis Lokal

SULTENG POST- Pihak Kementerian Pariwisata RI meminta agar momentum pelaksanaan Pekan Budaya dan Pariwisata Provinsi Sulteng yang dilaksanakan di Kabupaten Parmout, dapat dijadikan sebagai bentuk komitmen yang kuat dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kepada Pemprov Sulteng dan Kabupaten Parmout, serta mendukung pelaksanaan pekan budaya, sebagai rangkaian penting dalam pelaksanaan Sail Tomini 2015,” ungkap Staf Ahli bidang ekonomi dan pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Husen Al Idris pada pembukaan pekan budaya dan pariwisata Provinsi Sulteng di lokasi Sail Tomini, Dusun Kayu Bura, Desa Pelawa Baru, Minggu (13/9).

Dia mengatakan, antusias para peserta dalam mengikuti pelaksanaan pekan budaya dan pariwisata, menunjukan bahwa semangat dan kekuatan untuk membangun kepariwisataan di bumi Sulteng sangat tinggi.

Menurut dia, mengingat penting dan strategisnya pengembangan industri pariwisata bagi percepatan pembangunan nasional, pemerintah telah menetapkan target wisatawan pada tahun 2019 nanti sebanyak 20 juta wisman dan 275 juta perjalanan wisatawan nusantara. Olehnya, potensi pariwisata perlu dikelolah secara bertanggungjawab, berkelanjutan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin pertumbuhan industri pariwisata akan cepat berkembang, bila didukung secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder tarkait,” kata dia.

Dia menambahkan, penyelenggaraan pekan budaya dan pariwisata di Kabupaten Parmout tentu sangat sejalan dengan upaya memaksimalkan potensi pariwisata yang ada, khususnya diwilayah Sulteng. Bahkan, memperkuat kerjasama dalam mempromosikan potensi wisata bahari yang menjadi unggulan, dan kearifan budaya lokal. Guna mendukung pencapaian target wisman dan wisatawan secara nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulteng, Sudarto mengatakan, seiring pengembangan pariwisata dengan multidimensional, dimana dalam pelaksanaannya melibatkan banyak sektor terkait, baik instutusi pemerintah maupun swasta yang semuanya diharapkan dapat bersinergi membangun pariwisata di Sulteng yang mempunyai daya saing dan nilai jual.

Berkaitan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kata dia, maka event seperti pekan budaya dan pariwisata yang harus dijadikan sebagai ajang atau ruang bagi masyarakat yang dapat menuangkan kreatifitasnya dibidang seni dan budaya. Sehingga, para seniman berbakat dapat menjadi profesional dibidangnya.

“Dengan teman pekan budaya yakni laut sebagai sumber inspirasi wisata bahari dan seni budaya kretif, maka diharapkan para peserta dapat menjadikan setiap materi penampilan seni budaya mengacu pada tema sentral, dengan karya yang inspiratif tentang keaneka ragaman laut sebagai sumber kehidupan, dan wisata bahari yang menjanjikan,” kata dia.

Dia menambahkan, keberhasilan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif serta suksesnya pekan budaya dan pariwisata sebagai rangkaian penting dalam pelaksanaan Sail Tomini, bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Namun menjadi tugas bersama, terutama bagimana sikap yang ditunjukan dalam menerima dan melayani tamu baik domestik dan mancanegara. “Marilah kita menjadi tuan rumah yang baik bagi semua tamu yang datang tanpa terkecuali,” ujarnya.

Pekan budaya dan pariwisata Provinsi Sulteng yang dilaksanakan mulai dari tanggal 13-15 September 2015, diikuti seluruh kontingen dari berbagai Kabupaten se Sulteng diantaranya, Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, Tojo Una-una, Poso, Buol, Toli-Toli, Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parmout

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: