Melihat Gugusan Karang Laut di Pantai Tanjung Karang

MELIHAT langsung sejumlah habitat laut di Pantai Tanjung Karang, Kabupaten Donggala. Lokas ini salah satu lokasi yang mudah dijangkau sebagai lokasi objek wisata di Donggala dan sekitarnya. Objek wisata satu ini juga memiliki habitat laut berupa gugusan batu karang yang indah.

LAPORAN : SITUR WIJAYA

SIANG kemarin sekitar pukul 10.00 Wita, saya mempersiapkan diri menuju Pantai Tanjung Karang dari rumah di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Jarak tempuh ke pantai itu hanya sekitar 15 menit dari Banawa.

Dalam perjalanan yang mengitari perbukitan dan disisi kanan nampak laut Teluk Palu dari sepanjang jalan, tantu pemandangan ini menambah keindahan menuju ke pantai yang dikenal hingga mancanegara tersebut.

15 menit kemudian tiba di pintu gerbang objek wisata pantai Tanjung Karang, sejumlah petugas jaga satu persatu menghampiri para pengunjung yang datang meminta tiket masuk lokasi.

Tiba di bibir pantai, saya dan rekan saya menuju ke sebuah jasa penyewaan alat penyelaman agar kami bisa langsung jelas melihat apa yang ada di bawah laut.

Diketahui semua, Donggala memiliki pantai di hampir semua wilayahnya, selain itu juga Donggala kaya keanekaragam hayati dan terumbu karang tentunya. Terumbu karang merupakan habitat ikan-ikan karang maupun ikan permukaan.

Kami langsung melakukan penyelaman dengan menggunakan alat penyelam yaitu kaca mata selam agar bisa langsung memandang kekayaan alam dalam laut Indonesia, khususnya di Donggala.

Namun yang tidak terduga, setelah dilihat langsung gugusan terumbu karang Donggala di Pantai Tanjung Karang keberadaanya mulai rusak. Pantauan di dalam laut memang sebagian masih dalam keadaan baik tanpa ada kerusakan.

Selain mengalami kerusakan sejumlah sampah juga menjadi PR bagi pengelolah pantai itu mengingat di dalam laut tersebut banyak ditemukan sampah.

Hal ini seharusnya tidak boleh dilakukan karena akan merusak pemandangan alam bawah laut Donggla yang menjadi daya tarik kabupaten ini. Apa lagi Bupati Donggala mencanangkan Donggala menjadi kota wisata tahun 2016 mendatang.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Donggala Sarudin T. Lagaga meminta kepada masyarakat untuk melestarikan ekosistem terumbu karang di sejumlah wilayah pesisir Donggala.
“Masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir Kabupaten Donggala agar ikut memelihara ekosistem setempat, guna menjaga kelestarian sumber daya alam kita,” katanya.

Dia mengatakan, semua pihak wajib menjaga terumbuh karang jika tidak dijaga dan ada kesadaran makan akan rusaklah.
“Lama-kelamaan terumbu karang sebagai habitat ikan akan berkurang atau mengalami degradasi fisik,” kata Sadrudin.
Selain itu juga dia mengimbau warga untuk tidak melakukan pengeboman ikan di tengah laut Donggala yang pada akhirnya akan berdampak pada keberadaan ekosistem terumbu karang Donggala.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: