Sesdilu Kemlu Gali Potensi Ekonomi Sulawesi Tengah

Palu – Daerah ini akan dikunjungi Peserta Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) angkatan ke-55 Kementerian Luar Negeri, kedatangan Sesdilu di Kota Palu tersebut untuk menggali informasi mengenai potensi ekonomi di provinsi ini yang dapat dipromosikan kepada pangsa pasar luar negeri.

“Presiden Joko Widodo menekankan bahwa diplomat harus bisa menjadi ‘marketer’ untuk Indonesia. Kunjungan ke Sulawesi Tengah ini diharapkan dapat membekali para diplomat madya untuk menjadi ‘marketer’ handal bagi potensi yang dimiliki Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah,” kata Direktur Sesdilu Kemlu Nana Yuliana di Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Menurut Nana, kunjungan ke Sulawesi Tengah merupakan salah satu bentuk implementasi dari arahan Menteri Luar Negeri bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan para diplomat Indonesia harus membumi dan terhubung dengan kepentingan rakyat.

Dia menyebutkan, selama di Sulawesi Tengah, peserta Sesdilu 55 akan mengunjungi tambak udang vaname supra intensif, UKM kerajinan rotan, Pelabuhan Pantoloan Palu, Pelabuhan Perikanan Donggala, Rumah Adat Banua Oge, Taman Nasional Kepulauan Togean, dan Wisata Laut Tanjung Karang.

“Para peserta juga akan turut berpartisipasi dalam Festival Sail Tomini 2015,” ungkap dia.

Kunjungan ke tempat-tempat wisata itu, menurut dia, untuk melihat potensi pariwisata di provinsi Sulawesi Tengah yang masih dapat dikembangkan dan disiapkan untuk dapat menarik para wisatawan asing berkunjung.

“Di tengah kondisi ekonomi, di mana nilai tukar dolar (AS) terhadap rupiah yang sangat tinggi, kita harus dapat menarik wisatawan asing sehingga dolar bisa mengalir ke Indonesia,” ujar Nana.

Dia menambahkan, dalam kunjungan tersebut, para peserta Sesdilu akan memberikan informasi dan pendapat kepada pejabat daerah setempat mengenai potensi pasar di kawasan Amerika, Eropa, Asia dan Pasifik.

Para peserta juga akan bertukar pikiran dengan mahasiswa Universitas Tadulako mengenai kebijakan luar negeri Indonesia.

Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) adalah diklat diplomatik berjenjang di Kementerian Luar Negeri yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para diplomat madya Indonesia.

Sesdilu angkatan ke-55 terdiri dari 29 peserta yang mengikuti diklat selama empat bulan. Diklat tersebut mengambil tema “Penguatan Diplomasi Ekonomi, Diplomasi Maritim, dan Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia.

Sesdilu ke-55 merupakan angkatan pertama yang mendapat kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan berskala nasional, Festival Sail Tomini, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan. (ant/mil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: