Jalur Puncak PMK Akan Dipasangi Guardrail

Untuk Mencegah Terjadinya Kecelakaan

Parimo, Metrosulawesi.com – Terjadinya peristiwa kecelakaan di jalur menuju Puncak Parigi Moutong Khatulistiwa (PMK), selain diduga dipicu jalanan yang cukup menanjak, juga lantaran di jalur tersebut belum dipasangi rambu pembatas tepi jalan atau guardrail.

Menanggapi hal itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), berjanji akan memasang guardrail. Rencana pemasangan guardrail itu dikemukakan kepala bidang LLAD Dishubkominfo Parimo, Ismet Ibrahim, Kamis (10/9/2015).

Kepada media ini Ismet menyatakan, pihaknya sudah mengukur panjang jalur yang akan dipasangi guardrail.

“Kami sudah rencanakan untuk pemasangan guardrail di rute menuju puncak PMK. Dan kami sudah melakukan pengukuran,” kata Ismet.

Ia menjelaskan, sepanjang jalur menuju puncak, mulai dari pintu gerbang hingga puncak PMK akan dipasangi guardrail.

“Kami sudah mengukur, sekitar 1.400 meter jalur tersebut akan dipasangi guardrail,” jelasnya.

Meski menyebutkan akan memasang rambu pengaman tersebut, namun Ismet belum memastikan kapan pemasangan itu dilakukan.

“Untuk pemasangannya saya belum bisa pastikan, kapan akan dilakukan. Semua kepala dinas yang mengetahui. Sebab setahu saya, untuk pengadaan guardrail baru akan dianggarkan,” ucapnya.

Selain wacana memasang guardrail, Dishubkominfo Parimo, kata Ismet, juga akan memasang sejumlah rambu petunjuk. Rambu-rambu itu menurut Ismet dimaksudkan agar pengguna jalan mudah mengetahui kondisi jalan sepanjang menuju puncak PMK.

“Selain mengukur panjang jalan untuk pemasangan guardrail, kami juga sudah menghitung titik pemasangan rambu petunjuk. Rambu-rambu yang akan dipasang itu sebanyak 50 buah. Dan akan dipasang, baik di bawah (pintu masuk) maupun di puncak,” katanya.

Ismet menambahkan, untuk kepastian pemasangan rambu petunjuk, Dishubkominfo masih menunggu pihak ketiga.

“Rambu sudah ada tapi tinggal menunggu dari pihak ketiga, kapan akan mereka pasang,” ungkapnya.

Widianto: Jalur Menuju Puncak tidak Membahayakan

Kepala Seksi (Kasi) Jalan Bidang Bina Marga PU Kabupaten Parimo, Widianto, kepada media ini menegaskan bahwa jalur menuju puncak PMK, di dusun Kayubura, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah tidak membahayakan. Katanya, selama pengendara tidak ugal-ugalan, dan kendaraan yang digunakan layaka pakai, dipastikan tidak akan terjadi kecelakaan.

“Seringnya terjadi kecelakaan di jalur itu, lantaran kendaraan yang naik ke puncak PMK dianggap tidak layak dan bermuatan berat,” ujarnya.

Khusus mobil taksi yang terperosok ke jurang hingga menewaskan seorang perempuan, Widianto menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan taksi tersebut naik dengan kapasitas melebihi muatan.

“Mobil yang kecelakaan itu melebihi muatan, dan itu dikatakan Kasat Lantas Polres Parimo,” ucap Widianto ketika dihubungi via ponselnya.

Terkait sepeda motor yang juga dikabarkan sering kecelakaan di jalur tersebut, Widianto justru menyalahkan pengendara. Katanya, penyebab kecelakaan sepeda motor itu karena pengendaranya ugal-ugalan.

“Terkait motor yang kecelakaan itu lantaran laju-laju. Sudah dikasi tau jangan naik, mereka tetap memaksa untuk naik. Di wilayah itu kan masih ada pekerjaan, makanya pengunjung masih dilarang untuk naik,” ungkapnya.

Disinggung soal derajat kemiringan jalan menuju puncak PMK, Widianto mengaku lupa.

“Aduh, derajatnya ada di kantor pak,” ucapnya.

Meski sering terjadi kecelakaan, namun Widianto memastikan bahwa jalur menuju puncak PMK layak untuk dilalui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: