Pengabdi Taman Tuntut Gaji

SULTENG POST- Ratusan pengabdi taman dan sopir truk pengangkut sampah, Kamis (10/9/2015), berunjukrasa di depan Kantor kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu, menuntut gaji segera dibayarkan.

“DKP mengabaikan hak-hak kami, mengapa untuk petugas kebersihan saja telah dibayarkan gajinya, justru pengabdi taman yang selalu lambat dibayarkan,” kata seorang pengabdi taman, Amrum.

Dia mengatakan, seharusnya pembayaran gaji pengabdi taman dibayarkan paling lambat tanggal 7 setiap bulannya, namun hingga saat ini belum dibayarkan.

“Seharunya batas pembayaran gaji kami dibayarkan setiap bulan paling lambat tanggal 7, ini sudah tanggal 10 belum ada kabar kapan kepastian gaji kami akan dibayar,” kata dia saat berdialog dengan Sekretaris Kota Palu Drs H Aminuddin Atjo Msi yang menemui massa, di halaman kantor DKP.

Lebih lanjut Armum mengatakan, keterlambatan gaji bukan hanya kali ini saja, melainkan selalu berulang setiap bulannya.

“DKP selalu terlambat menyelesaikan kewajibannya untuk membayarkan gaji 104 orang pengabdi taman dan ini terjadi setiap bulan. Keterlambatan ini yang memicu kejengkelan kami,disisi lain gaji tidak juga kunjung naik,” tegasnya.

Untuk itu Amrum juga meminta gaji pengabdi taman untuk dinaikan mengingat harga kebutuhan pokok terus melambung, selain juga tidak ada jaminan keselamatan kerja.

Saat ini para pengabdi taman hanya digaji Rp20 ribu/setiap hari untuk 26 hari kerja.

Sementara itu seorang sopir truk sampah Dirman juga mengatakan, DKP seperti menganaktirikan para sopir truk dan pengabdi taman dengan selalu memperlambat pembayaran gaji setiapbulannya.

“Kami menuntut upah dibayar lancar setiap bulan sesuai jadwal. Hak kami harus dibayarkan sebagaimana mestinya,” ujar dia.

Sekretaris Kota Palu Drs H Aminuddin Atjo Msi berjanji akan menyelesaikan persoalan para pengabdi taman dan sopit turk sampah.

“Insya Allah paling lambat jam 14.00 WITA, hari ini juga (kemarin) gaji kalian terbayarkan,” katanya.

“Seharusnya bendahara telah memproses pembayaran gaji sejak memasuki tanggal 1 bulan baru untuk bisa memproses gajian para petugas baik pengabdi taman maupun buruh sampah, sehingga tidak telat, sebab kasihan mereka harus mengalami keterlambatan,” kata Aminuddin menambahkan.

Terkait kenaikan gaji, Aminuddin meminta kepada para pengabdi taman untuk membuat pernyataan resmi, sehingga menjadi bahan masukan dalam rapat TPAD sebagai dasar perjuangan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: