Lima Warga Tiongkok Langgar UU Keimigrasian

PALU- Sebanyak lima warga negara Tiongkok yang ditangkap petugas imigrasi pada 24 Agustus 2015 di Palu dipastikan melanggar undang-undang keimigrasian sehingga memungkinkan untuk dideportasi, kata pejabat berwenang setempat.

“Saat ditangkap petugas mereka tidak satupun bisa menunjukan dokumen keimigrasian seperti paspor, kitas dan visa asli,” kata Kepala Imigrasi setempat, Tantawi, Selasa (8/9/2015).

Ia mengatakan mereka hanya mengantongi fotokopi paspor. Berdasarkan keterangan kepada petugas imigrasi, paspor mereka ditahan pihak sponsor yang berkantor pusat di Jakarta.

Kelima warga asing yang ditangkap petugas Imigrasi Palu itu antara lain Chen Yong, Chen Jian, Chen Dailong.
Secara bersamaan juga, kata Tantawi, petugas menangkap dua warga Tiongkok berinisial Pei Juan Li (perempuan) dan Jiuyuan Zhang di tempat terpisah.

Namun kedua wanita Tiongkok yang ditangkap di Desa Buluri, Kecamatan Ulujadi tersebut setelah selesai menjalani pemeriksaan tidak terbukti melanggan UU Keimigrasian RI sehingga mereka dilepas kembali.

“Tapi khusus lima warga Tiongkok lainnya, semua laki-laki yang ditangkap di lokasi penambangan emas Poboya sejak ditangkap hingga kini masih ditahan,” katanya.

Dia juga menambahkan pada 2014, petugas imigrasi juga menangkap dan mendeportasi lima warga Tiongkok karena melanggar UU Keimigrasian RI.

Meraka adalah Yan Shiyuan, Yan Yong Sheng, Weng Kaiyue, Pan Erxing dan Xue Yong Yun.
Selama di Palu, kelima warga asing tersebut bekerja pada salah satu perusahaan tambang di wilayah Kota Palu. ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: