66 Warga Mantikulore Terima Dana Kompensasi PLN

Terkait Pembangunan Jaringan Kabel Listrik PLTA Sulewana
PALU,PE-Sebanyak 66 warga Kecamatan Mantikulore Kota Palu menerima dana kompensasi dari PT PLN atas pembangunan jaringan kabel listrik ROW SUTT T/L 70 KV dari PLTA Sulewana ke gardu induk Kelurahan Talise.
Camat Mantikulore, Sabil Akbar mengatakan 66 warga tersebut berasal dari tiga kelurahan, Kawatuna, Poboya dan Talise.

Masing-masing Kelurahan Kawatuna sebanyak 22 warga, Kelurahan Poboya 37 dan Talise 7 warga.
66 warga ini katanya terdata sebagai pemilik tanah, tanaman dan bangunan yang dilintasi jaringan pembangunan SUTT dari gardu induk Desa Sidera Kabupaten Sigi menuju gardu induk Kelurahan Talise.
Proses pemberian kompensasi ini menurutnya diluar dari proses ganti rugi lahan yang sebelumnya telah dilakukan PLN. Karena tanah, tanaman dan bangunan warga tersebut hanya sekedar dilintasi. Sedangkan untuk pendirian tiang tower itu sepenuhnya sudah mendapat ganti rugi lahan.

“Penerima kompensasi ini adalah hasil pendataan yang dilakukan bersama dengan pemeririntah kelurahan masing-masing dan pihak PLN,”jelas Sabil Akbar, Rabu 9 September 2015 disela registrasi persyaratan kepompensasi di Kantor Kecamatan Mantikulore Palu.
Sesuai penjelasan PLN kata Sabil, persentase nilai kompensasi yang diterima warga bervariatif. Namun secara teknis soal perhitungan nilai kompensasi itu dilakukan langsung oleh pihak PLN bersama pihak berwenang lainnya.

“Yang saya tahu itu cuma tanaman yang dikompensasi 100 persen karena itu akan ditebang sesuai jalur SUTT tersebut,”jelasnya. Sabil mengaku proses kompensasi ganti rugi ini oleh PLN ini sudah cukup transparan. Karena disaat registrasi kepemilikan objek kompensasi juga dihadiri langsung oleh perwakilan kepolisian dan kejaksaan setempat.

“Setelah registrasi yang dilakukan di kantor camat, warga nantinya akan dibuatkan rekening oleh PLN. Sehingga dana itu nantinya langsung ke rekening masing-masing tidak lagi melalui perantara pemerintah,”pungkasnya.
Sumarto, salah satu perwakilan PT PLN yang hadir dalam proses registrasi menjelaskan, persentase dana kompensasi itu dihitung berdasarkan hasil pendataan luasan tanah, tanaman dan bangunan yang dilintasi pembangunan jaringan SUTT tersebut. Proses pendataan ini katanya dilakukan langsung bersama pihak PLN serta aparat pemerintah kecamatan dan kelurahan.

“Dari hasil pendataan itu selanjutnya diberikan kepada tim penilai independen dari pihak Kementerian Keuangan. PLN dalam hal ini cuma tenderkan siapa yang berhak untuk menilai lalu selanjutnya penilaian harga dilakukan oleh tim independen tadi. Setelah itu baru dibayarkan oleh PLN ke rekening masing-masing penerima,”jelas Sumarto.
Sumarto menjelaskan, jika seluruh proses ini berjalan lancar, maka kemungkinan besar pembangunan jaringan SUTT bisa terealisasi pada Desember 2015 mendatang sehingga suplay listrik dari PLTA Sulewana ke gardu induk Talise bisa secepatnya dilakukan.

“Kami berharap ini semua mendapat dukungan dari masyarakat,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: