Gubernur Sulteng: “Tidak Mungkin Ada Izin di Atas Lahan yang Belum Ada WIUPK

Terkait Laporan Pengusaha Tambang ke Bareskrim
Gubernur Sulteng: “Tidak Mungkin Ada Izin di Atas Lahan yang Belum Ada WIUPK

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyatakan siap menghadapi laporan Direktur Utama PT Sulteng Mineral Mandiri dan Sulteng Industri Mandiri Muhammad Heri Surya ke Bareskrim Mabes Polri. Longki dituding terkait dugaan penipuan dan penggelapan dalam proses pengurusan izin tambang di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Saya sebagai Gubernur Sulteng dan pribadi siap menghadapi laporan pengusaha tambang tersebut. Ini lebih kental nuansa politiknya daripada soal hukum. Yang mereka mintai izin itu adalah lahan eks PT. Vale Indonesia yang dire-negosiasi,” kata Gubernur Longki di Kantor Aliansi Jurnalis Independen, Jl. Rajawali Nomor 28, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Rabu, 9 September 2015 malam.

Menurut Calon Gubernur Sulteng Petahana itu, Perusahaan tersebut meminta izin di atas lahan pertambangan nikel eks PT. Vale Indonesia di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Lahan yang mereka minta tidak kurang 13 ribu hektare. Saat itu, sebagai Gubernur, ia memberikan catatan bahwa izin mereka akan dipertimbangkan sejauh kawasan itu sudah mendapatkan status Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI.

“Saat itu, mereka datang bersama Walikota Palu Rusdi Mastura. Padahal buat saya, mereka datang dengan siapapun saya akan tetap tolak bila melanggar aturan,” aku politisi Gerindra ini.

Terkait tudingan pihak pelapor, Longki mengatakan bahwa sampai saat ini ia belum mengeluarkan satupun izin di atas lahan itu.

“Mereka menyebut saya melakukan penipuan dan penyalahgunaan wewenang, di mananya saya menipu dan di mananya saya menyalahgunakan wewenang. Justru saya menegakan aturan. Malah saya bangga karena ini mempertaruhkan kredibilitas saya sebagai pejabat publik. Silahkan mereka melaporkan saya. Saya siap menghadapi,” papar Longki di hadapan puluhan wartawan media cetak dan televisi di Palu.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah dilaporkan oleh Fredi K Simanungkalit, kuasa hukum Muhammad Heri Surya, Direktur Utama PT Sulteng Mineral Mandiri dan Sulteng Industri Mandiri di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2015) siang terkait dugaan pidana penipuan, penggelapan serta penyalahgunaan jabatan dan wewenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: