Sungai Buol Mengering

Kemarau Berkepanjangan Akibatkan Krisis Air Bersih

Buol, – Musim kemarau berkepanjangan berdampak pada kekeringan hingga membuat warga di sejumlah daerah kesulitan air bersih, tak terkecuali di Kabupaten Buol. Hingga kini tercatat sebanyak dua desa di dua wilayah kecamatan tidak bisa menikmati air bersih sejak satu bulan terakhir. Yakni, Desa Oyak, Kecamatan Paleleh Barat serta Desa Bokat Empat, Kecamatan Bokat.

Sapri Lamaka, warga Desa Bokat Empat kepada Metrosulawesi menuturkan, sejak kemarau berkepanjangan yang berlangsung empat bulan silam, guna memenuhi kebutuhan air bersih kurun satu bulan terakhir masyarakat setempat menggali tepian sungai sekitar desa untuk dijadikan sumur sebagai sumber air.

Lanjut Sapri, bila musim kemarau terus berlanjut hingga satu bulan ke depan. Dipastikan ketersediaan sumber mata air yang di desa itu akan mengalami kekeringan. Saat ini saja, sumber air yang menjadi tumpuan kebutuhan air bersih masyarakat kondisi sangat memprihatinkan.

“Sekarang saja sungai sudah mulai kering jadi yang ada hanya genangan, kemudian air yang ada juga berbau ini sungainyakan hanya berupa kubangan saja sehingga mungkin ada lumut atau ikan yang mati jadi air berbau,” terang Sapri, Sabtu (5/9/2015) malam di Buol.

Senada, rekan Sapri. Rahmi Mahajura menambahkan, adanya bantuan dari Pemda Buol berupa tong/drum penampungan air beserta mesin pompa. Selain itu, persoalan warga untuk mendapatkan air bersih tidak di biarkan berlarut-larut.

“Harapannya masyarakat Desa Bokat Empat kalau bisa kita dibantu tong air sebanyak tiga buah ini kita tempat di titik dalam desa juga mesin alkon untuk penyedot air. Kalau untuk distribusinya nanti kita sendiri yang salurkan pakai mobil desa,” tutur Rahmi.

Olehnya Rahmi sangat berharap adanya antisipasi nyata dari pemerintah setempat. Selain itu, persoalan warga untuk mendapatkan air bersih tidak dibiarkan berlarut-larut.

Krisis Air Bersih Kian Meluas

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, kondisi serupa juga dialami warga Desa Oyak, Kecamatan Paleleh Barat. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat kini harus menemupuh jarak satu kilometer ke lokasi sumber mata air.

“Masyarakat Desa Oyak sekarang sulit air bersih, warga tinggal ambil di sungai malam hari, jarak lokasi mata air satu kilometer karena sumber air yang ada sudah tidak dapat memenuhi lagi kebutuhan masyarakat setempat,” terang sumber.

Selain kesulitan air bersih, akibat kemarau berkepanjangan ribuan hektar lahan milik petani di daerah itu juga mengalamai gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buol Ibrahim Rasyid, Jum’at (4/9/2015), mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan melakukan dua cara. Pertama tunda tanam sampai menunggu perubahan cuaca kedua bantuan sistem pompanisasi.

“Solusi ini bagi daerah yang sama sekali sumber mata airnya sudah tidak ada. Kemudian antisipasi kedua bagi daerah yang memiliki sumber air kita bantu sistem pompanisasi, kalau sawah yang kurang airnya kita anjurkan di gabung kecuali yang pegunungan kita stop sama sekali,” tandas Ibrahim.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: