Kontraktor Ancam Gugat Sekkab Parimo

Palu- Dua kontraktor mengancam akan menempuh jalur hukum jika Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Parigi Moutong (Parimo) Ekka Pontoh tidak segera membayar utang.

Dua pengusaha jasa konstruksi tersebut adalah Muhlis dan Farid. Keduanya mengaku, utang Ekka Pontoh sejak tahun 2013 silam sebesar Rp239 juta hingga kini belum dikembalikan.

“Yang bersangkutan Ekka Pontoh sudah lama menjanjikan akan mengembalikan hutangnya. Tapi sampai tahun 2015 ini yang bersangkutan belum juga mengembalikan pinjamannya, kalau yang bersangkutan sudah tidak punya niat baik mengembalikannya, maka kami akan menempuh jalur hukum,” kata Farid belum lama ini.

Farid mengaku, pinjam meminjam itu terjadi tahun 2013 sejak Ekka Pontoh menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan merangkap sebagai Sekda Parimo. Ada dua kali proses peminjaman yang dilakukan. Pertama pemimjaman Rp150 juta ditransfer ke rekeningnya, dan sisanya diberikan secara tunai kepada Ekka Pontoh dengan tanda bukti kwitansi.

Saat itu, Ekka meminjam uang kepada Muhlis. Namun karena uang milik Muhlis tidak cukup. Maka, Muhlis meminjam uang kepada Farid yang juga teman dekat sesama pengusaha, untuk mencukupi jumlah pinjaman yang diminta Ekka Pontoh.

“Uang yang dipinjam hasil patungan Muhlis dan saya, sampai sekarang tidak ada niat baik Sekda Ekka Pontoh untuk mengembalikannya, kami cuma habis dijanji oleh Sekda Parimo,” jelas Farid berharap Sekda masih punya niat baik untuk mengembalikannya.

Berapa kali ditagih, Sekda selalu minta bersabar dan menunggu. Bahkan, sebelum bulan Ramadhan lalu telah dijanjikan akan dikembalikan, namun belum direalisasikan.

Sementara pihaknya sebagai pengusaha sangat membutuhkan. Apabila Sekda masih juga tidak punya niat baik untuk mengganti. Farid sebagai korban menegaskan, akan melapor ke penegak hukum karena merasa ditipu.

Sementara itu, Sekda Ekka Pontoh yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengaku, bahwa Muhlis adalah keponakannya. Makanya, saat Muhlis memberikannya uang itu dianggap sebagai bentuk bantuan.

“Muhlis itu ponakan saya, dia mau bantu saya, makanya saya terima,” katanya singkat melalui telefon genggamnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: