21 Siswa di Morowali Positif Konsumsi Narkoba

Bungku, – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali, meningkatkan tindakan pencegahan penggunaan Narkoba di kalangan pelajar. Selama dua hari melakukan operasi, Rabu (2/9/2015) hingga Kamis (3/9/2015), petugas BNK Morowali menjaring sedikitnya 21 pelajar SMP Negeri 2 Bungku Tengah.

Setelah melalui pengambilan sampel urine, sejumlah pelajar di sekolah tersebut dinyatakan positif menggunakan barang haram itu. Selain itu, dari hasil tes urine menunjukan para pelajar di sekolah itu telah mengkonsumsi obat-obatangan yang bukan pengguna aktif, mereka ini korban. Kami sudah merazia para pelajar ini. jenis THD dan bahan perekat (lem fox), yang tergolong jenis Narkotika stadium golongan tiga.

Kepala BNN Kabupaten Morowali, Jibrail Abd Kadir pada kesempatan itu mengatakan, setelah menerima informasi adanya kejadian penangkapan, dirinya langsung mendapatkan instruksi dari Bupati Morowali, Anwar Hafid, melalui telepon seluler.

Dalam pembicaraannya dengan Bupati, kata Jibrail, bahwa Bupati sangat terkejut karena yang menjadi korban adalah generasi muda di kalangan pelajar. Selain itu, Bupati memerintahkan pihak BNK Morowali untuk menelusuri lebih jauh serta mengungkap siapa aktor yang menjadi bandar dan pengedar barang haram itu.

“Para siswa atau pelajar ini adalah kalan Mereka ini akan diberikan pembinaan dan direhabilitasi dengan sistim rawat jalan,” ujar Jibrail, Kamis (3/9/2015) di ruang kerjanya.

Guna memberikan efek jera, maka pihaknya akan memberikan surat pernyataan tertulis ke para korban pengguna untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

Jibrail juga mBungku, Metrosulawesi.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali, meningkatkan tindakan pencegahan penggunaan Narkoba di kalangan pelajar. Selama dua hari melakukan operasi, Rabu (2/9/2015) hingga Kamis (3/9/2015), petugas BNK Morowali menjaring sedikitnya 21 pelajar SMP Negeri 2 Bungku Tengah.

Setelah melalui pengambilan sampel urine, sejumlah pelajar di sekolah tersebut dinyatakan positif menggunakan barang haram itu. Selain itu, dari hasil tes urine menunjukan para pelajar di sekolah itu telah mengkonsumsi obat-obatan jenis THD dan bahan perekat (lem fox), yang tergolong jenis Narkotika stadium golongan tiga.

Kepala BNN Kabupaten Morowali, Jibrail Abd Kadir pada kesempatan itu mengatakan, setelah menerima informasi adanya kejadian penangkapan, dirinya langsung mendapatkan instruksi dari Bupati Morowali, Anwar Hafid, melalui telepon seluler.

Dalam pembicaraannya dengan Bupati, kata Jibrail, bahwa Bupati sangat terkejut karena yang menjadi korban adalah generasi muda di kalangan pelajar. Selain itu, Bupati memerintahkan pihak BNK Morowali untuk menelusuri lebih jauh serta mengungkap siapa aktor yang menjadi bandar dan pengedar barang haram itu.

“Para siswa atau pelajar ini adalah kalangan yang bukan pengguna aktif, mereka ini korban. Kami sudah merazia para pelajar ini. Mereka ini akan diberikan pembinaan dan direhabilitasi dengan sistim rawat jalan,” ujar Jibrail, Kamis (3/9/2015) di ruang kerjanya.

Guna memberikan efek jera, maka pihaknya akan memberikan surat pernyataan tertulis ke para korban pengguna untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

Jibrail juga mengakui, pihaknya masih kekurangan personil. Sehingga, ruang gerak peredaran barang haram itu membuat pihaknya kewalahan mendektesi kapan dan dimana barang haram itu berada. Demi keselamatan generasi muda, pihaknya juga sudah mengantongi identitas pelaku yang akan menjadi target operasi (TO).

“Olehnya dukungan semua komponen sangat diharapkan untuk secara bersama-sama berperan aktif, khususnya di lingkungan keluarga. Sehingga, kita dapat menciptakan generasi muda yang bebas dari jeratan Narkotika,” harap Jibrail.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum sempat dikonfirmasi terkait kasus tersebut.

– See more at: http://www.metrosulawesi.com/article/21-siswa-di-morowali-positif-konsumsi-narkoba#sthash.NX0S0J9M.dpufengakui, pihaknya masih kekurangan personil. Sehingga, ruang gerak peredaran barang haram itu membuat pihaknya kewalahan mendektesi kapan dan dimana barang haram itu berada. Demi keselamatan generasi muda, pihaknya juga sudah mengantongi identitas pelaku yang akan menjadi target operasi (TO).

“Olehnya dukungan semua komponen sangat diharapkan untuk secara bersama-sama berperan aktif, khususnya di lingkungan keluarga. Sehingga, kita dapat menciptakan generasi muda yang bebas dari jeratan Narkotika,” harap Jibrail.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum sempat dikonfirmasi terkait kasus tersebut.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: