Ribuan Hektar Lahan Jagung di Buol Mengering

Kemarau Panjang Berlangsung Empat Bulan

Buol- Hingga memasuki bulan September 2015 ada sekitar 1500 hektar kebun jagung milik petani di Kabupaten Buol dipastikan gagal panen menyusul dampak kemarau yang melanda daerah itu kurun empat bulan terakhir.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, dua wilayah kecamatan yang kini turut mengalami kemarau yang masih berlangsung masing-masing adalah Kecamatan Bukal, seluas 200 hektar kebun jagung petani alami kekeringan.

Demikian halnya di Kecamatan Bunobogu, sekitar 300 hektar lahan perkebunan jagung milik petani setempat juga di kabar mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Sebelumnya di berita Metrosulawesi edisi, Sabtu (29/8) di Kecamatan Paleleh seluas 1000 hektar lebih kebun jagung milik petani di empat desa mengalami kerugian besar akibat diterpa kemarau yang melanda.

“Kalau luas lahan jagung yang ada di sini berkisar 1000 hektar lebih, tapi sebagian besar tanaman jagung petani sudah kering. Sehingga gagal panen sedangkan yang bisa di panen hasil buahnya juga kurang memuaskan,” ungkap Rustam Panggato, Plt Kades Umu.

Rustam menjelaskan, karena kondisi tanaman jagung yang telah mengalami rusak akibat kekeringan, petani setempat hanya bisa pasrah dan berharap perhatian pemerintah.

Sumber Air Juga Mengering

Selain kurang lebih seribuan hektar kebun petani gagal panen, kemarau juga berdampak terhadap sulitnya warga memperoleh air bersih. Adalah warga Desa Oyak untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka harus menempuh jarak satu kilometer dari pemukiman dan dilakukan pada malam hari.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buol Ibrahim Rasyid, menanggapi keresahan petani mengatakan, pihak telah melakukan antisipasi dengan cara tunda tanam hingga menunggu perubahan cuaca.

“Solusi ini bagi daerah yang sama sekali sumber mata airnya sudah tidak ada. Kemudian antisipasi kedua bagi daerah yang memiliki sumber air kita bantu sistem pompanisasi, kalau sawah yang kurang airnya kita anjurkan di gabung kecuali yang pegunungan kita stop sama sekali,” sambung Ibrahim di kantornya, Jumat (4/9/2015).

Dijelaskan Ibrahim, untuk solusi tunda tanam pihaknya telah menyediakan bibit dan telah di distribusikan ke petani.

“Kondisi inikan juga berdampak ketersediaan bibit di petani, maka kita sediakan bibit 7000 hektar jagung itu sudah di drop ke kelompok-kelompok petani kemudian 800 hektar bibit kedelai,” kata Ibrahim.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: