Terumbu Karang di Donggala Mulai Rusak

DONGGALA-Terumbu karang di beberapa wilayah di Kabupaten Donggala kini mulai rusak. Keruskan terumbu karang di wilayah tersebut disebabkan oleh aktivitas pengeboman ikan dan perusakan di pesisir pantai dan laut. Kondisi terumbu karang pun kini semakin memprihatinkan.

Keprihatinan itu diungkapkan Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Donggala, Sadrudin T. Lagaga, Jumat (4/9)

Pengeboman dan perusakan terumbu karang tersebut juga berdampak pada terjadinya abrasi pantai, seperti terjadi di perairan pantai Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, Desa Lembasada Kecamatan Banawa Selatan, Desa Balukang, Kecamatan Sojol, sejumlah wilayah Kecamatan Dampelas serta beberapa wilayah lainnya.

Pihaknya mengaku sangat prihatin atas kondisi tersebut. Dia mengimbau agar masyarakat ikut menjaga kelestarian pantai dengan tidak melakukan pengeboman ikan di terumbu karang.

Dia berharap kerusakan terumbu karang di sejumlah wilayah tersebut juga mendapat perhatian dari dinas terkait, dan tidak hanya mengandalkan Dislutkan.

Menurutnya, Balai Sungai Wilayah III Sulawesi serta instansi terkait lainnya juga harus mengambil peran dalam memperbaiki kerusakan itu.

Dia menjelaskan, beberapa upaya telah dilakukan pihak Dislutkan berupa pengembangan daerah perlindungan laut, pemasangan rumah ikan di beberapa tempat seperti di Tanjung Ayuan di Desa Malonas, Kecamatan Dampelas.

“Ini dilakukan sebagai contoh dalam pengelolaan ekosistem pesisir dan laut, disamping itu atas kerja sama dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Makassar, telah dikembangan transpalantasi karang di teluk Kabonga, Kecamatan Banawa,” ujaranya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kerja sama tersebut secara keselurhannya bertujuan untuk mengendalikan kerusakan ekosistem pesisir dan laut secara biofisik.

“Karena itu sekali lagi masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir Kabupaten Donggal, agar ikut memelihara ekosistem setempat guna menjaga kelestarian sumber daya,” ungkapanya.

Menurutnya, yang utama dilakukan adalah menjaga terumbuh karang, tidak melakukan aktivitas pengeboman ikan yang mengakibatkan mudahnya abrasi pantai.

Sebab bila hal itu terjadi, lama-kelamaan terumbu karang sebagai habitat ikan akan berkurang atau mengalami degradasi fisik.
“Karena itu pula Dinas Kelautan dan Polisi Perairan serta Angkatan Laut sering turun operasi pengawasan bersama di wilayah pesisir dan lautan Kabupaten Donggala yang cukup panjang,” tutupnya(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: