Ratusan Hektar Kebun Sawit Terbakar

MOROWALI-Ratusan hektar kebun sawit masyarakat di Desa Taliwan, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara terbakar, namun hingga kini warga yang dirugikan belum melapor.

“Belum ada yang melapor soal keebakaran kebun sawit. Namun kami tetap menunggu dan jika ada kejadian kami pasti bergerak memadamkan api,” kata Kapolsek Mori Atas, Iptu Rapar, Jumat (4/9/2015).

“Luar biasa apinya, mengerikan sekali. Sekitar 200 hektar luas lahan yang terbakar,” ujar warga Muhammad Ali (45) saat dijumpai di lokasi kebakaran, belum lama ini.

Muhammad Ali bersama warga lainnya telah berupaya memadamkan kobaran api dengan berbagai peralatan seadanya baik dengan memakai kayu maupun alat penyemprot hama tanaman.

Sedangkan, pemadam kebakaran hutan dan lahan dari Pemkab setempat tidak ikut serta dalam pemadaman sehingga peralatan pemadaman tidak ada.

Ali datang ke lokasi kebakaran setelah mendapat informasi dari salah seorang warganya, api makin besar di areal perkebunan. “Lahan yang terbakar tidak hanya semak belukar tetapi juga kebun sawit masyarakat. Seluas mata memandang saat ini areal yag semula rimbun telah menjadi padang tandus. Hangus terbakar,” ungkap Ali.

Tanaman sawit masyarakat yang hangus terbakar itu diperkirakan baru berumur tiga sampai empat tahun. Ia mengakui, kebakaran lahan di daerahnya dalam tahun ini sangat dahsyat karena luasnya areal yang terbakar dan sulitnya api dipadamkan karena lahan gambut dan kencangnya angin.

Ayub salah seorang warga yang berada di lokasi kebakaran mengakui, api mudah membakar bukan saja karena tiupan angin yang besar tapi juga lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut yang kering.

Ia mengatakan, api terlihat saat malam namun begitu siang yang muncul asap karena ada beberapa titik api yang berhasil dipadamkan. “Titik-titik api yang disangka telah padam, rupanya membara lagi saat malam dan menyebar. Api berada didalam gambut hingga sulit dipadamkan. Cobalah tengok dalam satu malam sekitar 100 hektare yang terbakar, sekejap saja,” kata ayub.

Ia menjelaskan, dalam masa satu bulan terakhir kebakaran lahan dan hutan di perbatasan Kabupaten itu terus terjadi. Api yang semula dapat dipadamkan, tak lama kemudian muncul lagi. Ribuan hektar areal di daerah setempat telah dicanangkan sebagai areal perkebunan rakyat secara pribadi oleh masyarakat setempat(SULTENGPOS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: