Agustus, Kota Palu Deflasi 0,75 Persen

Biaya Pendidikan Sumbang Inflasi Tertinggi

Palu – Pada Agustus 2015 perkembangan indeks harga konsumen di Kota Palu secara umum mengalami deflasi, hal ini juga dipengaruhi suasan pasca Lebaran yang memang harga-harga komoditas setelah Lebaran biasanya mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

Meski pada Agustus indeks harga mengalami deflasi, namun secara tahun kalender dan dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau year on year (y on y) justru tercatat mengalami inflasi yang cukup tinggi. Dimana secara hitungan tahun kalender tercatat mengalami inflasi 0,77 persen, sementara secara y on y Kota Palu mengalami inflasi 4,85 persen.

Secara kelompok pengeluaran, Transportasi mengalami deflasi tertinggi, yakni 3,06 persen. Disusul bahan makanan deflasi 2,54 persen, kemudian sandang 0,25 persen.

Sementara kelompok yang mengalami inflasi yakni, pendidikan dengan inflasi tertinggi tercatat 3,23 persen, perumahan 0,57 persen, kesehatan 0,50 persen dan makanan jadi 0,08 persen.

Secara komoditas, beras menyumbangkan inflasi tertinggi yakni 0,11 persen, biaya pendidikan SD 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, pasir pasang 0,06 persen, biaya pendidikan SMP 0,05 persen, biaya pendidikan SMA 0,03 persen, apel 0,02 persen, mie olahan 0,02 persen, batu pondasi 0,02 persen dan mesin cuci 0,02 persen.

Sementara komoditas yang mengalami deflasi tertinggi adalah tariff angkutan udara tercatat 0,63 persen. Ikan selar 0,25 persen, ikan cakalang 0,15 persen, ikan ekor kuning 0,12 persen, ikan mujair 0,08 persen, bawang merah 0,06 persen, telur ayam ras 0,06 persen, ikan laying 0,04 persen, ikan bandeng 0,02 persen dan tomat buah 0,02 persen.

“Di kawasan Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua) Kota Palu berada di urutan ketiga yang mengalami deflasi,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Johanes D Priyono, di kantornya, saat merilis data BPS, Selasa (1/9/2015).

Menurutnya, perkembangan indeks harga yang mengalami deflasi pada Agustus 2015 tersebut memang sangat dipengaruhi harga barang pasca Lebaran dan biaya masuk sekolah tahun ajaran baru.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: