RAPBD-P Morowali 2015 Alami Peningkatan

Bungku – Wakil Bupati Morowali, SU Marunduh, menyampaikan pidato pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Kabupaten Morowali tahun 2015, Senin (31/8/2015), di ruang sidang utama gedung DPRD Morowali.

SU Marunduh mewakili Bupati Morowali, Anwar Hafid, dalam agenda penyampaian Nota Keuangan dan RAPBD-P Morowali tahun 2015, pada pembukaan masa sidang kedua DPRD Morowali tahun 2015. Sidang dipimpin Wakil Ketua II, Taslim, dan Wakil Ketua I, Silahuddin Karim, serta dihadiri seluruh anggota DPRD Morowali dan sejumlah pimpinan SKPD di lingkup Pemda Morowali.

Sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Pasal 154 ayat (1) menyebutkan, bahwa perubahan APBD dapat dilakukan apabila ; perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran.

Selain itu, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar belanja. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan. Serta keadaan darurat, dan keadaan luar biasa.

“Ketentuan di atas sangat memungkinkan diadakannya perubahan APBD Kabupaten Morowali tahun 2015. Oleh karena beberapa kriteria yang dapat dijadikan alasan untuk diadakan pergeseran anggaran. Begitu pula keadaan yang menyebabkan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2014 harus digunakan untuk membiayai pengeluaran yang dianggap mendesak,” jelas SU Marunduh.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam RAPBD-P 2015 diusulkan target pendapatan daerah tahun anggaran 2015 sebesar Rp930.839.282.307. Naik sebesar Rp164.045.556.430 dari target penetapan APBD tahun anggaran 2015 sebesar Rp766.793.725.877.

Penerimaan dana perimbangan yang terdiri dari penerimaan bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, DAU dan DAK, pada APBD penetapan tahun anggaran 2015 ditargetkan sebesar Rp583.195.993.000. Meningkat sebesar Rp71.980.971.000, sehingga pada RAPBD-P tahun anggaran 2015 sebesar Rp665.176.964.000.

Pendapatan daerah lainnya yang sah, pada APBD penetapan tahun anggaran 2015 ditargetkan sebesar Rp98.810.114.217. Meningkat sebesar Rp115.957.267.788 pada RAPBD-P tahun anggaran 2015 sebesar Rp214.767.382.005.

Pendapatan lain-lain yang sah itu, kata SU Marunduh, terdiri dari dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya, dana penyesuaian dan otonomi khusus, serta bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya.

SU Marunduh mengatakan, sebagai konsekuensi kebutuhan beberapa program dan keinginan untuk mengejar pencapaian persentase indikator sasaran pada beberapa kegiatan, maka belanja daerah di dalam RAPBD-P tahun 2015 dialokasikan sebesar Rp843.295.577.437. Mengalami peningkatan sebesar Rp111.636.366.253.

“Alokasi belanja tersebut terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp390.385.711.889, dan belanja langsung sebesar Rp452.909.865.548,” sebut SU Marunduh.

Masih dijelaskan SU Marunduh, dari sisi pengeluaran pembiayaan pada APBD penetapan tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp62.134.514.693. Pada RAPBD-P tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp103.783.763.454.

Pengeluaran pembiayaan tersebut diperuntukkan membayar utang jangka pendek pemerintah daerah ke pihak ketiga sebesar Rp43.649.248.761. Seperti utang atas pekerjaan tanggul pemecah ombak sebesar Rp38.239.138.000, utang ke Bapen Jamsosda sebesar Rp3.855.884.838, utang obat rumah sakit sebesar Rp1.284.088.563, utang kegiatan pengawas sekolah sebesar Rp246.712.500, dan utang TPP Badan Lingkungan Hidup Daerah sebesar Rp23.424.860.

“Pemerintah daerah berharap ke pihak DPRD Kabupaten Morowali dapat membahas dalam waktu tidak terlalu lama untuk mendapatkan persetujuan, guna penetapannya dalam peraturan daerah. Mengingat tahun anggaran 2015 akan segera berakhir pada tanggal 31 Desember 2015,” tutup wakil bupati dua periode ini.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: