Kota Palu Miliki 18 Kelompok Bank Sampah

Palu – Saat ini di Kota Palu terdapat 18 kelompok bank sampah, 9 kelompok diantaranya berada di sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA, dan 9 kelompok lainnya berasal dari komunitas masyarakat.

Hal ini sebagaimana diungkapkan pengelola Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), yang juga mantan sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palu, Mardiati saat menerima kunjungan komisi IV DPRD Tangerang di ruang rapat Setdakot, Senin (31/8/2015).

Kata Mardiati, kelompok-kelompok itu dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) LH No 23 tahun 2013 tentang penanganan sampah. Dimana dalam menangani sampah bukan hanya peran pemerintah melainkan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Disini selain mengelola kami juga mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga tidak seluruhnya masuk ke TPA. Hanya sekitar 20 persen sampah masyarakat yang dibuang ke TPA,” ujarnya.

Mardiati menerangkan, sebagaimana dijelaskan dalam Permen LH no 23 tahun 2013 pengelolaan sampah yang dilakukan selama ini menggunakan pola 3R, yakni Reduce (mengurangi) Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang).

Namun Mardiati mengakui, jika penerapan pola 3R belum berjalan dengan maksimal, dan masih perlu memotivasi masyarakat untuk mengolah dan memanfaatkan sampah. Sebab bagaimanapun masyarakat masih banyak yang enggan bergelut dengan sampah.

“Entah itu karena alasan kotor, tidak menjanjikan dan sebagainya. Namun kami akan tetap mencoba membangun kesadaran masyarakat dengan memperlihatkan kelompok-kelompok bank sampah yang berpenghasilan menjanjikan dari sampah,” tutupnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: