Dewan Tanggerang Belajar PLT Biogas ke Pemkot Palu

Palu,– Komisi IV DPRD Tangerang Jawa Barat belajar pengelolaan sampah menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) biogas Kawatuna ke Pemkot Palu, Senin (31/8/2015).

Wakil ketua DPRD Tangerang Nurhadi menjelaskan, kedatangan mereka adalah untuk minta pencerahan dari Pemkot Palu, dalam hal program unggulan penanganan kebersihan, penanganan sampah, pembangunan bank sampah.

“Yang paling utama dalam kunjungan ini adalah mengenai pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik,” kata Nurhadi.

Nurhadi juga mengatakan, bahwa secara khusus pihaknya ingin mengetahuai teknik pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik, sebab Kota Tangerang mendapat dua tawaran dari Pemerintah Stockhome yang salah satunya ialah pengelolaan sampah menjadi biogas pembangkit listrik seperti yang saat ini telah diterapkan Pemkot Palu.

“Jadi kami ingin mengetahui seperti apa sistemnya, bagaimana pengelolaannya, dan apakah kerjasama dengan Pemerintah Swedia yang dilakukan Pemkot Palu ini membawa manfaat bagi masyarakat. Sehingga bisa menjadi oleh-oleh kami untuk membangun Kota Tangerang dan dapat bekerja sama juga dengan pihak swasta,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Palu mengatakan, bahwa mesin yang terpasang di pembangkit listrik tenaga biogas menghasilkan tenaga listrik 1,5 Mega Watt.

“Untuk sampah yang masuk mencapai 400 ribu ton perhari dan menghasilkan listrik 8-10 kilo watt perhari atau sekitar 50 kilo watt perbulan,” ungkapnya.

Karena masih dalam tahap uji coba, sehingga listrik yang dihasilkan masih dialirkan ke rumah-rumah pengumpul sampah di sekitar TPA Kawatuna.

Target yang ingin dicapai dari PLT Biogas Kawatuna antara 1,5 sampai 3 mega watt, namun hingga saat ini belum tercapai karena sampah yang masih belum stabil, karena terkendala beberapa hal teknis.

“Saat ini masih terus ditingkatkan. Jika telah mencapai minimal 1 mega watt baru kita akan kerjasama denga PLN dan Power Purses agreement (PPA),” imbuhnya.

Tidak cukup dengan penjelasan secara lisan, Nurhadi dan kawan-kawannya diantar langsung ke PLT Biogas Kawatuna untuk menyaksikan secara langsung seluruh tahapan pengolahan sampah hingga menghasilkan listrik.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: