Sulteng Antisipasi Ancaman Puso

Palu – Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Sulawesi Tengah, Sambela Rantung mengungkapkan, hingga saat ini Sulteng relatif aman dari ancaman puso.

“Secara umum dari total target kontribusi ketersediaan pangan di Sulteng, kami melihat tidak ada masalah. Musim kemarau ini kami lihat masih aman,” kata Sambela Rabu (26/8/2015).

Dinas Pertanian Sulteng pada periode April-September menargetkan 124.993 ha target tanam padi. Dari keseluruhan sawah tersebut, 7.299 terkena kekeringan.

“Tujuh ribu sekian itu baru terkena kekeringan namun belum puso. Penyebabnya karena cuaca dan juga karena pemeliharaan irigasi,” jelas alumni Universitas Samrutalangi Manado.

Menurut Sambela, terdapat dua irigasi stategis yang sedang jadwal “maintenance”, yaitu Gumbasa di lembah Palu dan Singkoyo di Banggai. Kedua irigasi tersebut dibawah pengawasan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III.

Sambela mencontohkan, dari total 21.940 ha yang dicover oleh irigasi Singkoyo, 3.037 ha mengalami kekeringan akibat maintenance. Namun jadwal maintenance ini sudah dikoordinasikan dengan semua pihak termasuk kelompok tani Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A).

Kepala UPT-PTPH ini juga mengakui ada beberapa daerah yang terkena puso namun luasnya masih terkendali. Titik-titik yang sudah puso berada di Kabupaten Donggala dan Buol.

“Di Donggala yang terkena puso hanya 1 hektar, itu di Kecamatan Sojol Utara. Di Buol terkena 18 hektar,” katanya.

Perkuat Koordinasi

Kemarau panjang tahun ini telah merusak 30.000 ha lahan pertanian nasional khususnya tanaman padi. Sebanyak 25.000 ha telah mengalami puso. Bahkan Kementerian Pertanian menyatakan 260.000 ha tanaman terancam kekeringan kalau tidak segera diantisipasi.

Agar Sulawesi Tengah tidak mengalami puso yang meluas seperti di daerah lain, Dinas Pertanian Propinsi selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Setiap pekan kami selalu melaporkan secara faktual kondisi di lapangan ke pusat, mereka juga langsung turun ke provinsi,” tegas Sambela Rantung.

Dia mengatakan, Dinas Pertanian Sulteng tidak tinggal diam bagi petani yang terkena dampak kekeringan dan puso. Berbagai upaya terus dilakukan agar panen berhasil baik.

“Bagi petani yang mengalami dampak puso kita telah mengeluarkan seluruh kemampuan kita hingga maksimal. Kita juga telah mengerahkan Alkon Mobile,” terang Sambela.

Alkon Mobile merupakan unit pompa air yang disiapkan Dinas Pertanian. Sebuah Alkon Mobile dapat mengcover area seluas 7 sampai 10 ha. Dinas Pertanian membutuhkan setidaknya 692 Alkon. Selain Alkon, Dinas Pertanian juga melakukan pompanisasi dan juga membuat sumur dalam. Seperti di Sigi, ada tiga kecamatan yang dilakukan pompanisasi yaitu Sigi Biromaru, Dolo Barat dan Kulawi. Di Kecamatan Mepanga Parigi Moutong dan di Banggai dibangun sumur dalam.

Sedang di Donggala, seluruh kecamatan yang tekena kekeringan dilakukan pompanisasi. Daerah tersebut adalah Kecamatan Sojol Utara, Sojol, Balaesang Tanjung dan Dampelas.

Atas kesigapan Dinas Pertanian, beberapa wilayah yang tekena kekeringan telah pulih kembali. Wilayah tersebut yaitu Kecamatan Mepanga di Parigi Moutong dan Kecamatan Dakopamean di Tolitoli.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: