Diduga Cemari Lingkungan,KLH Gugat Pengelola PLTU Panau

PALU-Kementerian Lingkungan Hidup RI tidak tega membiarkan warga sekitar PLTU Panau yang terletak di Tawaili,
Palu Utara terus menerus menghirup udara yang tercemar.Karenanya pencemaran udara yang di duga disebabkan oleh limbah hasil
pembakaran batubara oleh PLTU yang dikelola oleh PT .Pusaka Palu Jaya Power itu digugat dan kinimemasuki sidang di pengadilan negeri Palu.
Sidang perdana kasus pencemaran lingkungan itu digelar sejak senin(10/8/2015).Sidang itu,dipimpin oleh tiga majelis hakim,yakni Sutarto selaku ketua majelis,Dewa Gede Budhy dan David Poradjow sebagai hakim anggota. Tiga orang yang dijadikan terdakwa pada kasus itu masing-masing direktur utama PT PJPP,Wahyuni,kuasa direksi PT PJPP Albert Wu,dan penanggung jawab urusan lingkungan hidup PT PJPP Soeharti Sutono alias Betty Sutono
Jaksa penuntut Umum (JPU) menjerat ketiganya dengan pasal 04 Undang-undang nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.Dakwaan subsidair kesatu dijerat pasal 103,serta dakwaan subsaidir kedua dikenakan pasal 116 ayat(1)huruf a Undang-undang nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan Hidup.
Aktivitas PLTU Mpanau yang menyumbang sekitar 25 MW listrik untuk kebutuhan warga Paluitu disebutkan mengabaikan aspek lingkungan,karena pembungan B3 berupa fly as dan bottom ash(debu batu bara)tidak sesuai aturan.
Pencemaran itu menurut JPU terjadi pada 0 agustus 2012 hingga 3 maret 2015,Perusahaan tidak melakukan penglolaan limbah B3 dan melakukan dumping limbah atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana mestinya.
PLTU yang mulai beroprasi 2007 itu menggunakan sekitar 500-6– ton batu bara perhari,untuk dua unit pembangkitnya dan menghasilkan limbah B3atau kurang lebih 17-33 ton perhari.Sesungguhnya perusahaan tersebut telah diberi sanksi administrasi oleh Kementerian LingkunganHidup,namun hingga februari 2015,limbah B3 itu tetap tidak dikelola sesuai aturan.
Limbah yang mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan(ispa)itu hanya dibuang disekitar lokasi PLTU milik perusahaan.Limbah tidak dikirim ke pengelola yang memiliki iin.Selama Beroperasi perusahaan itu,diperkirakan total lombah B3 yang dihasilkan mencapai 107.31,72 ton yang hanya ditimbun tanpa iin dan ketentuan teknis.
Pada siang kedua tersebut,sedianya JPU akan menghadirkan 8 saksi,namun yang hadir hanya 3 orang.Dari tiga orang sakdi itu,hanya satu orang yang didengarkan kesaksiannya karena waktu yang tidak memungkinkan.Sidang berikutnya diagendakan pekan depan.bp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: