PT ANA Diklaim Serobot 996 Hektar Lahan Masyarakat

PALU – Sebanyak 996 hektar lahan masyarakat di Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah diduga telah diserobot oleh PT Agro Nusa Abadi (ANA) yang merupakan anak perusahan Agro Astra Lestari, yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Upaya masyarakat untuk mendapatkan hak mereka saat ini telah didampingi oleh Posko Menangkan Pancasila, Forum Komunitas Pemuda Molino Bersatu dan Serikat Tani Nasional (STN) Sulteng.

“Itu dari sekitar 500 orang masyarakat yang memiliki sertifikat,” kata salah seorang warga Desa Molino, Muchtar dalam rilisnya, Minggu.

Muchtar menjelaskan Desa Molino merupakan desa program Transmigrasi di sulteng yang kala itu masih dalam wilayah Kabupaten Poso di tahun 1988-1989. Kemudian diterbitkan sertipikat lahan transmigrasi pada tahun 1992 serta dibagikan ke masyarakat pada waktu yang sama.

Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Pemuda Molino Bersatu, Moh Arsyad menjelaskan PT ANA masuk dan beraktivitas di Desa Molino tahun 2006 setelah mengantongi (IUP) Izin Usaha perkebunan.

“Bulan Januari Tahun 2007, PT ANA malakukan aktifitas perkebunan di Desa Molino dengan alasan sudah memegang Surat keputusan Bupati Morowali pada tanggal 8 Desember 2006 dengan nomor 188.45/0760/umum/2006,” ungkapnya.

Perusahaan kata Arsyad telah membuka lahan perkebunan di atas tanah milik warga desa yang bersertifikat, tampa adanya kompensasi atau pun kesepakatan bersama.

Upaya yang telah dilakukan kata Arsyad, yakni melaporkan persoalan itu kepada Ombudsman Sulteng, Kamis (28/9) lalu, dan pihak Ombudsman berjanji untuk segera menindaklanjuti ke Morowali Utara.

Sebelumnya pihaknya pada 15 Mei 2017 lalu, melaksanakan aksi unjuk rasa dan bertemu dengan pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Negara (BPN) Sulteng, mempertanyakan status Hak Guna Usaha (HGU) PT ANA.

“Jawaban pihak BPN bahwa perusahaan itu belum memiliki HGU dan tidak akan menerbitkan HGU jika proses sengketa lahan di masyarakat belum selesai,” ujarnya.

Pihaknya juga medesak kepolisian daerah (Polda) Sulteng untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap direktur PT ANA terkait tindakan penyerobotan lahan masyarakat Desa Molino. Kemudian meminta kepada Gubernur Sulteng untuk menghentikan aktifitas perkebunan PT ANA sampai kasus ini selesai.

Terkait tututan warga dari Desa Molino tersebut, Community Development Officer (CDO) PT ANA, Dody Adisatya mengatakan telah dibentuk tim penyelesaian oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga kata dia, apapun hasilnya nanti, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, untuk mengatur sesuai peraturan yang berlaku.

“Untuk HGU, secara aturan perundangan pemerintah juga sudah jelas, sebagai investor kami mendapat ijin lokasi yang sah. Sehingga kami berani melakukan kegiatan investasi,” tutup Dody. (FAUZI LAMBOKA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: