Intensitas Hujan Tinggi, Petambak Garam Kehilangan Penghasilan

PALU- Setidaknya sudah empat bulan lahan penggaraman yang ada di pantai Talise Palu tidak berproduksi lantaran tingginya intensitas hujan. Akibatnya, petambak garam di kawasan itu kehilangan potensi pendapatan.

Bahkan pantauan beritapalu.NET, sejumlah lahan tambak garam yang seluruhnya seluas sekitar 15 hektar itu kini ditumbuhi lumut karena cukup lama tidak diolah dan sebagiannya tidak dibersihkan oleh pemiliknya.

“Habis dibersihkan, hujan turun lagi. Dari pada bikin capek, dibiarkan saja dulu begitu, nanti kalau matahari sudah bagus baru dibersihkan lagi,” ujar salah seorang petambak garam di lahan penggaramannya, Senin (2/1/2017).

Menurutnya, hujan menjadi faktor penentu keberhasilan tambak garam. JIka intensitas hujan sedikit, maka produksi garam akan banyak, sebaliknya juga begitu. Saat ini, sebutnya, produksi sama sekali tidak ada.

Stok garam yang sebelumnya cukup banyak kini sudah habis. Akibatnya, harga garam membumbung tinggi.

“Sekarang, tidak ada garam sama sekali. Kalau pun ada, harganya sangat tinggi, bisa sampai Rp200 ribu per karung,” jelasnya.

Sejumlah petambak yang tadinya menggantungkan sumber pendapatan dari garam, terpaksa kini mencari sumber pendapatan baru hingga lahan penggaraman bisa diolah kembali.(beritapalu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: