32 Anggota MIT Tertangkap, 21 Aparat Gugur

PALU – Sepanjang tahun 2016, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala menangkap 32 anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) termasuk menembak mati pimpinannya yakni Santoso alias Abu Wardah. Sedangkan korban dari pihak aparat TNI/Polri tercatat sebanyak 21 personel orang.

Kapolda Sulteng Brigjend Pol Rudy Sufahriadi dalam keterangan persnya di Mapolda Sulteng, pekan lalu menyampaikan selama operasi yakni sejak dimulai pada 10 Januari 2016 hingga saat ini telah mengamankan 32 terduga teroris anggota kelompok Santoso, beberapa diantaranya tewas tertembak.

Dari jumlah tersebut, satgas Tinombala menangkap hidup 10 orang, sebanyak 20 orang tewas dalam kontak senjata 20, sementara 2 orang ditemukan meninggal dunia. Satgas gabungan Operasi Tinombala juga mengamankan 95 buah bom rakitan/31 pucuk senjata api serta 368 butir amunisi aktif.

Sementara, korban dari TNI/Polri yang gugur selama menjalankan tugas dalam operasi tersebut berjumlah 21 orang. Sedangkan sisa kelompok Santoso yang masih tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berjumlah 9 orang, yang kini diduga dipimpin oleh Ali Kalora.

Satgas menargetkan bisa menagkan hidup atau mati, 9 DPO tersebut sebelum operasi berakhir awal April 2017 mendatang. Untuk mencegah pergerakan kesembilan DPO tersisa tersebut, saat ini dikerahkan 1500 personil gabungan TNI dan Polri.

Terkait perpanjangan operasi, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bahan evaluasi serta laporan untuk melanjutkan operasi tersebut hingga tertangkapnya sembilan orang sisa anggota MIT yang masih bersembunyi di pegunungan Poso dan sekitarnya. Menurut kapolda, operasi baru berakhir kalau seluruh anggota MIT sudah tertangkap.(mercusuar.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: