Kelompok Sipil Bersenjata Poso masih Produksi Bom Rakitan

SAUSU, — Aparat Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 mengamankan 3 buah bom rakitan saat mengevakuasi Galuh, lelaki asal Bima, Nusa Tenggara Barat yang tewas ditembak Kamis, 10 November 2016 kemarin.

Ini artinya, kelompok sipil bersenjata yang menamakan diri sebagai Mujahiddin Indonesia Timur masih akfif memproduksi bom rakitan.

Mereka juga masih mempunyai persenjataan organik lengkap dan amunisi. Diduga, selain senjata yang mereka dapatkan sendiri dari perdagangan gelap senjata, beberapa diantaranya juga berasal rampasan dari anggota Polri yang mereka bunuh.

Saat ini, barang bukti berupa tiga buah bom yang didapat dari Galuh telah dibawa ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah untuk diurai.

Seperti diketahui, Galuh ditembak Tim Alfa 29 di Sungai Air Teh, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Polisi menduga Galuh adalah sisa-sisa kelompok Mujahiddin Indonesia Timur yang kini dipimpin Ali Kalora.(sultengeskpres.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: